
Chairil Anwar · Indonesian
No translation yet. Request one to move it up the queue.
Chairil Anwar · Indonesian
Full text
Original (Indonesian)
Chairil Anwar, Maret 1943
Dari kumpulan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan yang Putus (Pustaka Rakjat, 1949). Di kumpulan Deru Campur Debu (Pembangunan, 1949), puisi ini diberi judul Aku.
Kalau sampai waktuku
'ku tahu tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu!
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meredang-menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih dan peri.
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi.
Maret 1943
"Salah seorang penyair kita menyatakan 'ingin hidup seribu tahun lagi'. Akupun ingin hidup seribu tahun lagi."
— Soekarno, Tahun Berdikari, pidato kenegaraan, 1965.
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Translation status
WaitingLog in to request a translation.
Frequently asked questions
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Free to read
Start reading immediately — no signup required. Create a free account for more books and features.