Vol. 3June 2026

Konteks · 2026-05-17 · Waktu baca ~ 4 mnt

Konteks 1915 «Gongjinhoe»: Pameran Kolonial, Kumpulan Cerpen Pertama Korea, dan «Inlyeokggun», 5 Lapis Latar Sejarah

Lima lapis konteks sejarah «Gongjinhoe» (1915): Pameran Perindustrian Korea 1915 di Gyeongbokgung, kumpulan cerpen pertama Korea modern, penarik becak di Seoul kolonial, posisi paradoks Ahn Guk-seon (gunsu kolonial), dan tradisi realisme rakyat Korea 1915~1936.

Pagera Editorial

Konteks 1915 «Gongjinhoe»: Pameran Kolonial, Kumpulan Cerpen Pertama Korea, dan «Inlyeokggun», 5 Lapis Latar Sejarah

«Inlyeokggun» (인력거꾼, «Penarik Becak») karya Ahn Guk-seon (1878 ~ 1926) adalah cerpen kedua dari kumpulan cerpen «Gongjinhoe» (共進會, 1915), kumpulan cerpen pertama dalam sejarah sastra Korea modern. Untuk memahami cerpen pendek ini secara utuh, Pembaca Indonesia perlu menelusuri lima lapis latar sejarah yang membentang dari pameran kolonial sampai panggung politik Korea akhir.

Lapis 1, Gongjinhoe: Pameran Industri Korea 1915

Gongjinhoe (共進會, «Pameran Perindustrian») diselenggarakan dari 11 September sampai 30 Oktober 1915 di Gyeongbokgung, istana utama Dinasti Joseon di Seoul. Pameran ini diadakan oleh Pemerintah Umum Korea (조선총독부 Joseon Chongdokbu) untuk memperingati lima tahun pemerintahan Gubernur Jenderal Jepang atas Korea (sejak Aneksasi 1910).

Pameran ini menampilkan hasil pertanian, industri, pertambangan, perikanan, dan kerajinan tangan dari seluruh provinsi Korea, yang oleh pemerintah kolonial dipresentasikan sebagai bukti "kemajuan modern" akibat pemerintahan Jepang. Pameran tersebut menarik lebih dari 1,16 juta pengunjung selama 50 hari, dengan bangunan paviliun yang dibangun di tengah Gyeongbokgung, sebuah tindakan yang menghancurkan banyak struktur asli istana Joseon, sehingga hari ini banyak dianggap sebagai simbol penghancuran budaya kolonial.

Ahn Guk-seon dengan sengaja mengambil nama pameran kolonial ini sebagai judul kumpulan cerpennya, sebuah gestur dengan dua sisi: di satu sisi, ia tampak menyatakan keselarasan dengan rezim kolonial (sebagai gunsu Provinsi Gyeonggi); di sisi lain, isi cerpen-cerpennya justru menonjolkan suara rakyat kecil yang sering kali tidak terdengar di tengah hiruk-pikuk pameran besar.

Lapis 2, Kumpulan Cerpen Pertama Korea

«Gongjinhoe» (1915, diterbitkan oleh Hwangseong Seojeok Johap 황성서적조합) memuat tiga cerpen pendek:

  1. «Gisaeng» (기생, «Gisaeng»), cerpen tentang dunia gisaeng (kelas hiburan perempuan tradisional Korea)
  2. «Inlyeokggun» (인력거꾼, «Penarik Becak»), cerpen ini
  3. «Sigol Noin Iyagi» (시골 노인 이야기, «Kisah Orang Tua Desa»), cerpen lisan dari desa

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah sastra Korea sebuah buku diterbitkan sebagai "kumpulan cerpen", sebuah genre yang lazim di Jepang Meiji dan Eropa abad ke-19, tetapi belum pernah ada di Korea sebelum 1915. Sebelum «Gongjinhoe», sastra Korea modern hanya mengenal sin soseol (신소설, novel baru) seperti «Hyeolui Nu» Yi In-jik (1906) atau fiksi panjang berseri di surat kabar.

Dengan demikian, «Gongjinhoe» berfungsi sebagai dua kelahiran:

  • Kelahiran genre kumpulan cerpen dalam sastra Korea
  • Kelahiran realisme rakyat sebagai materi sastra utama

Lapis 3, Penarik Becak (인력거꾼) di Seoul 1915

Becak tarik (人力車, jinrikisha) masuk ke Korea dari Jepang sekitar tahun 1890-an, dan pada tahun 1915 sudah menjadi sarana transportasi utama di Seoul untuk kalangan menengah ke atas. Pekerjaan menarik becak adalah pekerjaan keras, berbahaya, dan berpenghasilan rendah, penarik becak biasanya berasal dari lapisan paling miskin masyarakat Seoul kolonial, sering kali menetap di ruang sewaan kecil (haengnangchae 행랑채) di lorong-lorong sempit di luar tembok kota.

Kim Seobang (김서방), nama tokoh utama cerpen ini, adalah sebutan biasa untuk laki-laki tukang di Korea masa Joseon akhir, "Seobang" (서방, tuan/suami) adalah sebutan akrab tanpa gelar resmi. Ia tinggal di luar tembok Saemun (새문 밖 냉동), sebuah lokasi yang pada tahun 1915 adalah kawasan kumuh terkenal di Seoul. Dengan kata lain, setting cerpen ini ditempatkan secara sangat tepat pada lapisan sosial paling bawah Seoul kolonial.

Lapis 4, Ahn Guk-seon: Aktivis, Pamfletis, Gunsu Kolonial

Ahn Guk-seon adalah sosok yang berdiri di pusaran sejarah Korea modern:

  • 1895: Belajar di Keio Gijuku di Tokyo (sekolah Fukuzawa Yukichi), generasi pelajar Korea pertama yang menyerap ilmu politik, hukum, dan sosiologi Barat.
  • 1899: Bergabung dengan Asosiasi Kemerdekaan (Dongnip Hyeophoe), gerakan reformasi politik Korea pertama.
  • 1907: Aktif dalam Asosiasi Korea Raya (Daehan Hyeophoe), partai politik semi-legal pasca-Asosiasi Kemerdekaan.
  • 1908: Menerbitkan «Geumsu Hoeuirok» (한국 최초 fabel sin soseol), yang menjadi karya pertama yang dilarang terbit oleh Hukum Penerbitan Imperial Jepang nomor satu pada 26 Februari 1909.
  • 1910: Setelah Aneksasi Jepang-Korea, menjabat sebagai gunsu (kepala daerah) di Provinsi Gyeonggi.
  • 1915: Menerbitkan «Gongjinhoe», kumpulan cerpen yang dibahas di sini.
  • 1926: Meninggal di usia 48 tahun.

Posisinya yang paradoks, aktivis kemerdekaan 18991909, kemudian pejabat kolonial 19101920-an, membuat «Gongjinhoe» harus dibaca dengan mata kritis yang berlapis: di satu sisi, ada realisme rakyat yang jujur; di sisi lain, ada bingkai kolonial yang tidak bisa dilepaskan.

Lapis 5, «Inlyeokggun» dalam Tradisi Sastra Realis Korea

«Inlyeokggun» menjadi prekursor (pendahulu) dari tradisi realisme rakyat Korea yang akan berkembang sepanjang tahun 1920-an dan 1930-an:

  • 1921, Hyun Jin-geon, «Unsu Joeun Nal» (운수 좋은 날, «Hari yang Beruntung»), penarik becak Kim Cheomji yang istrinya meninggal pada hari ia mendapat pelanggan banyak. Tautan langsung dengan «Inlyeokggun» (Kim Seobang) sebagai dua penarik becak Korea dalam sastra modern.
  • 1925, Choi Seo-hae, «Talchulgi» (탈출기, «Pelarian»), kemiskinan keluarga Korea di Manchuria.
  • 1925, Kim Dong-in, «Gamja» (감자, «Kentang»), pelacuran dan kematian seorang perempuan miskin di Pyongyang.
  • 1936, Kang Kyung-ae, «Jihachon» (지하촌, «Desa Bawah Tanah»), kemiskinan ekstrem di pedesaan Korea.

«Inlyeokggun» (1915) berdiri di garis paling awal dari tradisi ini, 20 tahun sebelum Kang Kyung-ae, 6 tahun sebelum Hyun Jin-geon, sebuah karya rintisan yang sering kali tidak cukup dihargai dalam kanon sastra Korea modern.

Baca «Inlyeokggun» dalam tampilan asli Korea.

Telusuri karya Ahn Guk-seon lainnya.

Kembali ke Pagera