Vol. 3June 2026

Konteks · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 4 mnt

Konteks Aula Fantasi 1843: Amerika di Tepi Reformasi dan Ramalan Kiamat

Aula Fantasi (1843) lahir di tengah dekade reformasi sosial yang ramai di Amerika dan tahun yang sama dengan ramalan kiamat William Miller. Esai Hawthorne ini menangkap suasana zaman yang bertanya: berapa banyak mimpi yang akan bertahan ketika kenyataan datang?

Pagera Editorial

Konteks Aula Fantasi 1843 tidak dapat dipahami tanpa melihat dekade 1840-an di Amerika Serikat — masa ketika reformasi sosial mencapai puncak intensitasnya dan ramalan kiamat William Miller menarik puluhan ribu pengikut. Esai Nathaniel Hawthorne ini lahir di Concord, Massachusetts, dari pengamatan langsung penulis terhadap zamannya — zaman yang ia gambarkan sebagai periode gelisah, ketika umat manusia berusaha melepaskan seluruh kain adat kuno seperti pakaian yang compang-camping.

Dekade Reformasi Amerika 1840-an

Pada 1843, Amerika Serikat sedang mengalami salah satu dekade paling produktif dan kacau dalam sejarah sosialnya. Gerakan reformasi mencakup:

  • Abolisionisme — gerakan penghapusan perbudakan, yang puncak aktivismenya berlangsung pada 1830-1860 sebelum Perang Saudara Amerika

  • Gerakan kesederhanaan (temperance) — kampanye anti-alkohol yang sangat kuat di New England

  • Hak suara perempuan — yang akan mencapai puncaknya di Konvensi Seneca Falls 1848

  • Reformasi pendidikan — Horace Mann dan gerakan sekolah umum

  • Gerakan vegetarian — yang Hawthorne sindir halus dalam baris akhir Aula Fantasi ("diet sayuran")

  • Komunitas utopis — Brook Farm (di mana Hawthorne tinggal pada 1841), Fruitlands, New Harmony, dan banyak lainnya

Hawthorne, yang pernah tinggal di Brook Farm selama tujuh bulan pada 1841 sebelum keluar dengan kecewa, mengamati semua gerakan ini dengan empati lembut tetapi mata kritis. Dalam Aula Fantasi, para pembaharu digambarkan sebagai wakil-wakil zaman yang gelisah yang masing-masing memegang satu serpih kristal kebenaran, yang kecemerlangannya begitu menyilaukan sehingga mereka tak bisa melihat apa pun yang lain di alam semesta yang luas.

Ramalan Kiamat William Miller

Tahun 1843 adalah tahun ramalan kiamat paling terkenal dalam sejarah Amerika. William Miller (1782-1849) — yang Hawthorne sebut sebagai Father Miller dalam esainya — adalah pendeta Baptis Amerika yang melalui studi kitab Daniel meramalkan bahwa Kedatangan Kedua Kristus akan terjadi antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ribuan pengikut, yang dikenal sebagai Millerites, menjual harta milik mereka dan menunggu kedatangan akhir dunia.

Ramalan ini bergeser beberapa kali. Tanggal terakhir, 22 Oktober 1844, dikenal sebagai Kekecewaan Besar (Great Disappointment) — ketika ramalan kiamat tidak terwujud dan banyak pengikut Miller meninggalkan gerakan tersebut. Namun gerakan Millerite kelak melahirkan denominasi Advent Hari Ketujuh (Seventh-day Adventist) yang masih ada hingga kini.

Dalam Aula Fantasi, Father Miller muncul sebagai tokoh klimaks: seorang lelaki tua berpenampilan sederhana, jujur, dan dapat dipercaya... dengan keseriusan yang menunjukkan iman paling tulus pada doktrinnya sendiri, ia mengumumkan bahwa kehancuran dunia sudah dekat di tangan. Hawthorne menulis dengan ironi lembut, tidak mengejek tetapi juga tidak mempercayai.

Brook Farm dan Komunitas Utopis

Pada 1841, Hawthorne bergabung dengan komunitas utopis Brook Farm di West Roxbury, Massachusetts — sebuah komunitas transendentalis yang berusaha mewujudkan visi masyarakat agraris yang adil dan harmonis. Pemimpin komunitas adalah George Ripley, dan anggotanya termasuk Margaret Fuller, Charles A. Dana, dan banyak tokoh intelektual New England.

Hawthorne tinggal di Brook Farm selama tujuh bulan dan meninggalkannya dengan kecewa — ia menulis kepada Sophia bahwa ia tidak dapat menulis di sana karena kerja keras pertanian yang melelahkan. Pengalaman ini menjadi bahan untuk The Blithedale Romance (1852), tetapi juga meresapi Aula Fantasi: ketika narator berbicara tentang kawanan pembaharu sejati maupun yang menamakan diri pembaharu, ia berbicara dari pengalaman pribadi.

Pengaruh Bunyan dan Pilgrim's Progress

Hawthorne sangat dipengaruhi oleh John Bunyan dan alegori klasiknya The Pilgrim's Progress (1678). Dalam Aula Fantasi, Hawthorne secara eksplisit menyebut teropong perspektif ajaib... yang melalui itu para gembala Pegunungan Delectable menunjukkan kepada Christian kilauan jauh dari Kota Surgawi. Ini adalah referensi langsung pada bagian The Pilgrim's Progress di mana Christian, tokoh utama, melihat sekilas Kota Surgawi dari Pegunungan Delectable.

Tradisi alegori Bunyan — yang menggunakan tokoh dan tempat alegoris untuk mengungkapkan kebenaran rohani — adalah model utama bagi Hawthorne. Aula Fantasi sendiri adalah alegori dalam tradisi Bunyan: ruang fisik (aula marmer dengan pilar Moor) yang berfungsi sebagai metafora ruang batin universal.

Hubungan dengan Emerson dan Transendentalisme

Old Manse, tempat Hawthorne menulis Aula Fantasi, adalah rumah yang dahulu dimiliki keluarga Emerson. Ralph Waldo Emerson sendiri tinggal di Concord, dan menjadi tetangga Hawthorne. Henry David Thoreau sering datang berkunjung. Margaret Fuller adalah teman keluarga.

Namun Hawthorne tetap menjaga jarak intelektual dari transendentalisme. Visi optimistis Emerson tentang manusia ilahiah yang dapat sempurna melalui swadaya dan kepekaan terhadap alam — visi yang Hawthorne anggap terlalu naif — adalah salah satu target halus satire dalam Aula Fantasi. Ketika narator berbicara tentang aspek samar-mulia yang khas Aula Fantasi yang membuat reformis tampak praktis pada saat itu juga untuk mewujudkan suatu rencana penyempurnaan umat manusia, ia berbicara dengan kearifan yang lebih kelam dan Puritan.

Resepsi dan Pengaruh

Mosses from an Old Manse diterbitkan pada 1846 dan mendapat sambutan kritis yang baik. Penulis muda Herman Melville menulis ulasan terkenal pada 1850 yang berjudul "Hawthorne and His Mosses" — ulasan yang menyatakan bahwa Hawthorne adalah jenius besar gelap yang menyerupai Shakespeare. Pertemuan personal Melville-Hawthorne yang singkat di Berkshires kemudian menjadi salah satu persahabatan sastra paling penting dalam sejarah Amerika; Moby-Dick dipersembahkan untuk Hawthorne.

Pelajari lebih lanjut tentang konteks ini di Wikipedia Indonesia tentang Romantisme Amerika.

Baca Aula Fantasi karya Nathaniel Hawthorne di Pagera, teks lengkap dalam bahasa Indonesia, gratis.

Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke Pagera