Konteks · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 5 mnt
Kawasan Little Britain dan Era Regency – Konteks Sejarah Esai Washington Irving 1820
Konteks sejarah esai Little Britain karya Washington Irving (1820): kawasan tua London di era Regency, persaingan keluarga Lamb dan Trotter, peristiwa-peristiwa nyata seperti Pembantaian Peterloo 1819 dan konspirasi Cato Street 1820.
Pagera Editorial
Konteks sejarah Little Britain karya Washington Irving membawa kita ke London awal abad ke-19 — sebuah kota yang sedang mengalami transformasi cepat dari ibu kota perdagangan abad ke-18 menjadi pusat kekaisaran global Victoria. Esai ini ditulis pada akhir era Regency (1811-1820), saat Pangeran Wales menjadi wali raja menggantikan ayahnya yang sakit jiwa, George III. Era inilah latar belakang nyata di balik ramalan suram Tuan Skryme dan persaingan modis keluarga Lamb dan Trotter.
Era Regency: Saat Inggris Berubah Cepat
Istilah Regency secara teknis merujuk pada periode 1811-1820, ketika George IV memerintah sebagai Pangeran Wali Raja menggantikan ayahnya George III yang tak mampu memerintah karena penyakit jiwa. Tetapi sebagai era budaya, Regency sering meluas hingga tahun-tahun awal pemerintahan resmi George IV (1820-1830).
Era ini adalah masa kontras tajam: kekayaan kelas atas berkembang berkat industrialisasi awal dan keuntungan kolonial dari Hindia, India, dan Karibia; sementara itu, perang Napoleon (1803-1815) menguras kas negara dan menciptakan utang nasional yang menggelisahkan — utang yang menjadi obsesi penjaja keju di esai Irving. Mode Prancis (quadrille, bonet, bad French) bersaing dengan kebanggaan John Bull yang konservatif.
Peristiwa Nyata dalam Esai
Irving menyebutkan beberapa peristiwa nyata yang akrab bagi pembaca tahun 1820. Tuan Skryme mengaitkan gangguan langit dengan: kematian raja tua (George III, meninggal 29 Januari 1820 setelah 60 tahun memerintah); seorang duke kerajaan mati mendadak (Duke of Kent, ayah Ratu Victoria, meninggal pada Januari 1820); duke lain di Prancis dibunuh (Duke of Berry, dibunuh 13 Februari 1820); pertemuan radikal di seluruh kerajaan; Pembantaian Peterloo 1819 di Manchester (15 orang tewas saat pertemuan reformasi parlementer diserang kavaleri); konspirasi Cato Street 1820 (rencana membunuh seluruh kabinet, terungkap 23 Februari); dan pulangnya Ratu Caroline (istri yang terpisah dari George IV, kembali pada Juni 1820 untuk klaim takhta).
Semua peristiwa ini terjadi dalam 18 bulan sebelum Irving menulis. Bagi pembaca tahun 1820, esai ini bukan hanya satir lembut — ia adalah komentar tajam tentang masa kacau yang baru saja dilalui.
Kawasan Little Britain: Geografi Nyata
Little Britain adalah kawasan nyata di City of London. Nama itu berasal dari para Duke Brittany (wilayah barat-laut Prancis) yang konon menempati kawasan tersebut pada Abad Pertengahan. Pada abad ke-17, kawasan ini menjadi pusat percetakan dan penjualan buku — sebelum kaum penerbit pindah ke Paternoster Row dan St. Paul's Churchyard pada abad ke-18.
Pada masa Irving, Little Britain adalah kawasan tua yang melemah, dengan rumah-rumah Tudor dan Stuart yang sudah lapuk, dihuni oleh pedagang kecil dan keluarga turun-temurun. Geografi yang Irving sebutkan benar — Christ Church School (sekolah amal yang didirikan tahun 1552), Rumah Sakit St. Bartholomew (didirikan tahun 1123, salah satu rumah sakit tertua di Inggris), Smithfield (pasar ternak terkenal sejak Abad Pertengahan), dan Aldersgate Street (salah satu jalan utama City of London).
Tradisi yang Dijaga Erat
Irving menggambarkan kawasan ini sebagai benteng adat istiadat Inggris kuno. Daftar tradisi yang ia sebutkan adalah panduan kalender liturgi-folk Inggris awal abad ke-19:
- Selasa Sebelum Puasa (Shrove Tuesday): sehari sebelum masa puasa Kristen Lent, hari makan panekuk untuk menghabiskan susu, telur, dan mentega.
- Jumat Agung (Good Friday): hari Jumat sebelum Paskah, dengan hot-cross-buns — roti manis bersilang yang melambangkan salib.
- Michaelmas (29 September): hari raya Mikhael Malaikat Agung, dengan tradisi makan angsa panggang yang baru saja gemuk setelah panen.
- Hari Valentine (14 Februari): pertukaran surat cinta sudah menjadi tradisi sejak abad ke-15.
- Malam Guy Fawkes (5 November): peringatan rencana peledakan parlemen 1605 yang gagal, dengan ritual membakar boneka Paus (atau boneka Guy Fawkes).
- Natal: dengan mistletoe, daging sapi panggang, dan puding plum.
Daftar ini juga menggambarkan ketidaksukaan penduduk pada hal asing — anggur yang bukan port atau sherry dianggap "keji dan asing." Sentimen John Bull yang Irving sketsa adalah patriotisme kulinerial yang masih bisa kita kenali di Inggris hari ini.
Pertarungan Modis: Lamb vs Trotter
Konflik puncak esai — antara keluarga tukang daging pensiunan Lamb dan keluarga janda pedagang minyak Trotter — adalah satir Regency yang khas. Era ini menyaksikan munculnya kelas menengah baru dari pedagang dan industriawan yang kaya, dan ambisi sosial mereka untuk dipandang setara dengan kalangan bangsawan tua. Quadrille (tarian sosial Prancis yang sedang ngetren), bahasa Prancis ("bad French"), piano, dan novel — semua adalah penanda sosial baru.
Irving menggambar persaingan ini dengan kasih sayang dan kejenakaan — bukan kemarahan moralistis. Para Nona Lamb dan Trotter adalah karakter komik, bukan target kebencian. Inilah ciri khas Irving: pengamat halus yang melihat absurditas manusia tanpa rasa benci. Pembaca yang menyukai pengamatan halus serupa terhadap masyarakat akan menemukan kesenangan dalam Pedagang Apel Tua karya Hawthorne.
Mengapa Konteks Ini Penting?
Mengetahui konteks Regency memperkaya pembacaan esai dengan tiga cara. Pertama, kita memahami mengapa karakter-karakter Irving sangat fokus pada politik dan ramalan — masa itu memang adalah masa kekacauan politik nyata. Kedua, kita melihat kasih sayang Irving terhadap budaya yang sedang lenyap — ia tahu Little Britain tidak akan bertahan dalam abad Viktoria yang baru. Ketiga, kita bisa membandingkan dengan Amerika kontemporer Irving — di mana ia hidup hanya 47 tahun setelah revolusi, dan adat "kuno" hampir tidak ada.
Baca Little Britain karya Washington Irving secara gratis di Pagera — sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.
Referensi lanjutan: Regency era (Wikipedia) · Peterloo Massacre (Wikipedia) · Teks asli di Project Gutenberg #877
Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.