Vol. 3June 2026

Konteks · 2026-05-15 · Waktu baca ~ 4 mnt

Gerakan Temperansi Amerika 1835 – Konteks Sejarah Cerpen Hawthorne

Konteks sejarah gerakan temperansi Amerika abad ke-19 di balik cerpen Aliran dari Pompa Kota karya Hawthorne: American Temperance Society, Salem, dan ironi sastra.

Pagera Editorial

Untuk memahami cerpen Aliran dari Pompa Kota (A Rill from the Town Pump) karya Nathaniel Hawthorne sepenuhnya, kita perlu mengenal satu gerakan sosial besar yang melatarbelakanginya: gerakan temperansi Amerika pada awal abad ke-19. Tanpa konteks ini, pidato Sang Pompa tentang air dingin vs minuman keras terasa seperti humor belaka. Dengan konteks ini, ia menjadi dokumen sastra yang jauh lebih berlapis.

Apa Itu Gerakan Temperansi?

Gerakan temperansi (temperance movement) adalah gerakan sosial yang bertujuan mengurangi atau menghapus konsumsi minuman beralkohol. Di Amerika Serikat, gerakan ini mulai menguat pada awal abad ke-19 dan mencapai gelombang pertamanya antara tahun 1820 hingga 1840.

Pada 1826, American Temperance Society (Masyarakat Temperansi Amerika) resmi berdiri. Dalam sepuluh tahun pertama, keanggotaannya bertumbuh luar biasa: pada 1835, tahun Hawthorne menulis cerpen ini, organisasi itu mengklaim memiliki sekitar satu setengah juta anggota dan delapan ribu cabang lokal di seluruh negeri. Ini bukan gerakan pinggiran; ini adalah salah satu gerakan massa terbesar dalam sejarah Amerika awal.

Mengapa Alkohol Menjadi Masalah Besar?

Untuk memahami mengapa gerakan ini sepopuler itu, kita perlu memahami kondisi Amerika pada era tersebut. Pada 1830-an, konsumsi alkohol per kapita di Amerika Serikat diperkirakan tiga kali lebih tinggi dari hari ini. Minuman keras murah, terutama rum dan whiskey, tersedia di warung-warung di setiap sudut kota kecil. Hari gajian sering dihabiskan di kedai minum sebelum uangnya sampai ke keluarga.

Para penganjur gerakan temperansi mengaitkan alkohol dengan kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga, dan produktivitas kerja yang rendah. Ini bukan hanya klaim moral; ada dasar ekonomi dan sosial yang nyata. Dalam konteks inilah Sang Pompa dalam cerpen Hawthorne berbicara tentang bagaimana air dingin bisa mengakhiri kemiskinan dan bahkan perang.

Salem dan Gerakan Temperansi

Salem, kota tempat Hawthorne lahir dan tinggal, bukan pengecualian dari tren nasional ini. Kota pelabuhan yang ramai seperti Salem memiliki banyak kedai minum yang melayani pelaut dan pedagang. Persimpangan Jalan Essex dan Washington, tempat Sang Pompa berdiri, adalah pusat komersial kota. Hawthorne memilih lokasi itu dengan sengaja: pompa air publik di jantung kota sebagai jawaban terhadap warung-warung minuman yang mengelilinginya.

Hawthorne sendiri bukan seorang peminum berat, dan ia memang memiliki simpati terhadap gerakan temperansi. Namun sebagai penulis, ia terlalu halus untuk menulis propaganda langsung.

Cerpen Hawthorne: Dukungan atau Parodi?

Di sinilah cerpen ini menjadi menarik secara sastra. Sang Pompa berpidato dengan semangat yang hampir meledak-ledak: ia berkata bahwa susu dan air akan merobohkan semua pabrik penyulingan, mencabut semua kebun anggur, menghancurkan semua alat pemeras sider, dan akhirnya memonopoli seluruh dunia minum. Kemiskinan akan “berlalu dari muka bumi.” Penyakit akan “menggerogoti hatinya sendiri, dan mati.” Perang pun mungkin berhenti.

Apakah Hawthorne serius? Klaim-klaim ini terlalu besar untuk diterima bulat-bulat. Ada humor di sana, ada ironi yang lembut. Sang Pompa adalah pembicara yang tidak dapat sepenuhnya dipercaya (unreliable narrator dalam istilah sastra modern), karena ia bicara tentang keunggulannya sendiri. Namun pada saat yang sama, argumen-argumen sosialnya tidak sepenuhnya salah.

Hawthorne menulis cerpen ini di dua zona sekaligus: sebagai teks yang mendukung nilai-nilai gerakan temperansi, dan sebagai komedi yang memarodikan cara gerakan itu menyampaikan pesannya. Kedua zona ini tidak bertentangan; mereka hidup bersama, dan itu adalah keahlian khas Hawthorne.

Tokoh-tokoh Sejarah dalam Cerpen

Bagian sejarah di cerpen (c1-p008) adalah jantung historis teks. Hawthorne menyebut tiga tokoh nyata Salem yang meminum dari mata air di lokasi yang sama:

John Endecott (Endicott) adalah gubernur pertama koloni Massachusetts Bay. Ia memerintah pada 1628-1630 dan kemudian pada beberapa periode lain. Ia dikenal sebagai tokoh Puritan yang keras, yang pernah memotong tanda salib dari bendera Inggris karena menganggapnya terlalu mirip lambang Katolik.

John Winthrop adalah gubernur Massachusetts Bay Colony yang lebih terkenal, yang memimpin rombongan imigran Puritan pada 1630 dan mendirikan Boston. Pidatonya “A Model of Christian Charity” (1630), yang membayangkan koloni baru sebagai “kota di atas bukit,” masih sering dikutip hingga hari ini.

Francis Higginson adalah pendeta pertama Salem, yang tiba bersama kelompok awal pada 1629. Ia terkenal karena surat-suratnya kepada saudara-saudaranya di Inggris yang menggambarkan tanah baru Amerika dengan antusias luar biasa, sebelum meninggal karena penyakit pada 1630.

Warisan Gerakan Temperansi

Gerakan temperansi yang melatarbelakangi cerpen Hawthorne akhirnya mencapai kemenangan legislatifnya hampir satu abad kemudian: Undang-Undang Larangan Minuman Keras Amerika (Prohibition) berlaku dari 1920 hingga 1933. Namun Prohibition gagal dan dicabut. Argumen Sang Pompa bahwa air dingin bisa mengakhiri kemiskinan dan perang terbukti terlalu optimis.

Yang bertahan justru bukan ideologi gerakan itu, melainkan cerpen Hawthorne yang memotretnya: dengan jarak yang tepat, dengan ironi yang cukup, dengan kecintaan yang nyata pada sejarah lokal Salem. Ini lebih tahan lama dari pamflet mana pun.

Membaca Lebih Lanjut di Pagera

Cerpen ini dapat dibandingkan dengan karya Hawthorne lainnya di Pagera. Pedagang Apel Tua (1842) menunjukkan sisi Hawthorne yang kontemplatif dan penuh empati terhadap orang-orang yang terlupakan. Surat-surat P. (1843) menunjukkan sisi eksperimentalnya yang lebih gelap. Keduanya membantu menunjukkan betapa luasnya jangkauan penulis yang sering dianggap hanya penulis moral serius.

Baca Aliran dari Pompa Kota karya Nathaniel Hawthorne secara gratis di Pagera – sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Referensi lanjutan: Temperance movement in the United States (Wikipedia) · Twice-Told Tales (Wikipedia)

Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke Pagera