Penulis · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 6 mnt
L. Frank Baum: Penulis Wizard of Oz dan Dongeng Anak Amerika Awal Abad ke-20
L. Frank Baum (1856 — 1919) adalah penulis dongeng anak Amerika yang melahirkan The Wonderful Wizard of Oz pada 1900 dan menulis 14 buku dalam seri Oz seumur hidupnya. Sebelum sukses sebagai penulis ia mencoba menjadi peternak ayam, penjual lemak as roda, manajer toko serba ada di prairie Dakota, da
Pagera Editorial
Ketika kita membaca Sinterklas yang Diculik (1904), kita membaca seorang penulis yang sudah berada di puncak karier. Empat tahun sebelumnya, pada 1900, L. Frank Baum menerbitkan The Wonderful Wizard of Oz bersama ilustrator W. W. Denslow dan langsung mengubah lanskap kesusastraan anak Amerika. Tetapi jalan menuju puncak itu panjang dan penuh kegagalan, dan justru kegagalan-kegagalan itulah yang membuatnya bisa menulis dongeng tentang Sinterklas yang mengampuni musuhnya.
Lyman Frank Baum: Lahir di Chittenango, 15 Mei 1856
Lyman Frank Baum lahir di Chittenango, New York, pada 15 Mei 1856, anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Benjamin Ward Baum, adalah pengusaha minyak yang cukup makmur — kekayaan ini menyelamatkan masa kecil Frank dari kemiskinan, tetapi tidak dari kesehatan rapuh. Lahir dengan jantung lemah, Frank dididik di rumah sampai usia 12 tahun. Tahun-tahun terpencil itu membentuknya. Ia membaca dongeng Eropa secara intens — Grimm, Andersen, Charles Perrault — dan mengamati ladang serta hutan Hudson Valley sebagai dunia magis penuh karakter tersembunyi.
Pengiriman ke akademi militer Peekskill pada usia 12 berakhir dalam dua tahun yang menyiksa. Frank menyaksikan disiplin keras yang akan menjadi salah satu sumber penolakan dewasanya terhadap segala bentuk otoritas yang ditegakkan dengan kekerasan. Ia akhirnya kembali ke rumah dengan diagnosis serangan jantung — pendapat yang dipertahankan keluarganya sepanjang hidup ayahnya. Kelak hampir semua dongeng Baum menampilkan pemerintah ajaib yang lembut, raja yang dipilih dengan kebijaksanaan rakyat, dan musuh yang dihancurkan bukan oleh perang melainkan oleh kebaikan (seperti Sinterklas yang menolak menyerang gua Setan dalam cerita ini).
Karier-karier yang Gagal: 1873~1888
Frank muda mencoba banyak profesi. Pada usia 17 ia mulai majalah filateli amatir, kemudian penerbit pamflet tentang ayam ras (1880 menerbitkan The Book of the Hamburgs, sebuah panduan peternakan unggas Hamburgs yang cukup serius). Ia menjadi aktor teater amatir, manajer rumah opera di Pennsylvania, salesman lemak sumbu roda Castorine yang menjelajahi New York Utara. Pada 1882, ia menikah dengan Maud Gage, putri Matilda Joslyn Gage — suffragette terkemuka. Pernikahan ini akan menjadi salah satu peristiwa paling membentuk seluruh karier Baum: Maud yang tegas dan pragmatis menyeimbangkan Frank yang melamun, dan ibu mertuanya — Matilda — akan terus mendorong Frank menuliskan dongeng-dongeng yang sudah lama ia ceritakan kepada anak-anaknya sendiri.
Pada 1888 keluarga Baum pindah ke prairie Aberdeen, Dakota Territory, mencari peruntungan. Frank membuka toko serba ada bernama Baum's Bazaar. Toko ini bangkrut dalam dua tahun karena Frank terlalu lunak dalam memberi kredit kepada tetangga petani yang dilanda kekeringan. Setelah toko gagal, ia mengelola surat kabar lokal Aberdeen Saturday Pioneer — selama 15 bulan. Surat kabar ini juga bangkrut, sebagian karena kekeringan terus, sebagian karena Baum terlalu sibuk menulis kolom-kolom satir politik tentang suffrage perempuan dan tragedi penduduk asli Amerika (kolomnya tentang pembantaian Wounded Knee menimbulkan kontroversi yang masih dibicarakan sampai sekarang).
Chicago, Pillsbury, dan The Wonderful Wizard of Oz
Pada 1891 keluarga Baum pindah ke Chicago. Frank bekerja sebagai reporter Evening Post, kemudian sebagai salesman China dan barang pecah-belah untuk Pitkin & Brooks. Pekerjaan keliling ini, yang berarti ribuan jam di kereta antar-kota di Midwest, ironisnya menjadi waktu produktif penulisan. Pada 1897 ia menerbitkan Mother Goose in Prose, bukunya yang pertama untuk anak-anak — ilustrator Maxfield Parrish, kala itu masih belum terkenal, dan buku ini cukup sukses untuk membuat Baum berhenti dari pekerjaan salesmannya.
Pada 1899 ia menerbitkan Father Goose, His Book — sebuah kumpulan sajak nakal yang diilustrasikan W. W. Denslow. Buku ini terjual 75.000 kopi dalam tiga bulan dan menjadi buku anak terlaris tahun itu di Amerika. Lalu, pada 1900: The Wonderful Wizard of Oz. Cerita seorang gadis Kansas bernama Dorothy yang tertiup angin tornado ke negeri ajaib, bertemu Scarecrow, Tin Woodman, dan Cowardly Lion, dan menemukan bahwa Penyihir Oz hanyalah orang biasa di balik tirai. Buku ini menjadi fenomena nasional, dipanggungkan sebagai musikal Broadway pada 1902, dan diadaptasi menjadi film bisu pada 1910 dan terkenal film MGM 1939. Baum menulis 13 sekuel Oz seumur hidupnya, dan seri ini diteruskan oleh penulis lain setelah ia meninggal.
1904: Tahun Sinterklas yang Diculik
Pada 1904 Baum sedang berada di puncak yang sangat ramai. Ia baru menerbitkan The Marvelous Land of Oz, sekuel pertama Wizard of Oz. Ia juga menulis untuk berbagai majalah keluarga. Cerita A Kidnapped Santa Claus diterbitkan di The Delineator edisi Desember 1904 dan kemudian dimasukkan ke berbagai antologi cerita Natal Baum (Baum sudah menerbitkan The Life and Adventures of Santa Claus sebagai novel utuh pada 1902 — Sinterklas yang Diculik adalah cerita pendek sampingan dalam dunia naratif yang sama).
Yang khas Baum dari dongeng ini adalah moralnya yang mengampuni. Sinterklas-nya tidak meminta pasukan peri menyerbu gua Setan. Tidak. "Sia-sia mengejar para Setan. Mereka punya tempatnya sendiri di dunia, dan tak pernah bisa dimusnahkan. Tetapi itu sangat disayangkan, bagaimanapun." Ini bukan kalimat seorang penulis yang naif tentang moralitas anak-anak. Ini kalimat seorang dewasa yang telah dua kali bangkrut, pernah dianggap mati karena jantung lemah, dan masih percaya bahwa kebaikan yang konsisten lebih kuat daripada permusuhan yang sengit.
Hollywood, Studio Oz, dan Akhir
Pada 1910 Baum dan keluarganya pindah ke Hollywood, lalu masih kabupaten pertanian kecil yang baru dibangun. Ia membangun rumah bernama Ozcot dan mendirikan The Oz Film Manufacturing Company pada 1914 — sebuah perusahaan film bisu yang gagal komersial dalam dua tahun karena distributor menolak "film anak" pada masa itu (mereka mengira anak-anak tak punya uang sendiri). Tetapi kegagalan ini, seperti kegagalan toko di Dakota, tidak membuat Baum berhenti menulis. Buku Oz keempat belas, Glinda of Oz, diterbitkan pada 1920, setahun setelah ia meninggal.
L. Frank Baum meninggal pada 6 Mei 1919, sembilan hari sebelum ulang tahunnya yang ke-63, di Ozcot. Kata-kata terakhirnya yang dilaporkan keluarganya kepada wartawan adalah: "Now we can cross the Shifting Sands" — referensi ke pasir bergeser fiktif yang membatasi negeri Oz dari dunia nyata. Maud Baum hidup sampai 1953 dan menjadi penjaga warisan suaminya.
Posisi Sinterklas yang Diculik dalam Kanon Baum
Dalam kanon Baum, Sinterklas yang Diculik adalah karya kecil tetapi sangat khas. Ia menampilkan ciri-ciri Baum yang paling konsisten: narator paman yang menyapa pembaca langsung ("Aku tidak tahu apa yang ada di balik itu"), dunia paralel ajaib dengan geografi spesifik (Lembah Tertawa, Hutan Burzee, lima Gua Setan), karakter pendamping ajaib dengan nama personal (Wisk, Peter, Nuter, Kilter — masing-masing dengan kepribadian berbeda), dan akhir di mana kejahatan dikalahkan bukan dengan kekerasan melainkan dengan ketekunan kebaikan. Ini adalah formula yang akan diteruskan Baum dalam seluruh seri Oz dan ratusan cerita pendek pendamping.
Bagi pembaca Indonesia yang ingin mengeksplorasi karya Baum lebih jauh, sayangnya teks Wizard of Oz sendiri masih dalam berbagai negosiasi hak terjemahan komersial di Indonesia. Tetapi Sinterklas yang Diculik ini, sebagai karya domain publik, bebas dibaca dan diterjemahkan di mana pun.
Lihat juga karya Baum lainnya seperti Inggris Kecil karya Washington Irving untuk konteks tradisi dongeng anak Amerika abad ke-19.
Pelajari lebih lanjut di Wikipedia Indonesia tentang L. Frank Baum dan baca teks asli Inggris di Project Gutenberg.
Baca Sinterklas yang Diculik karya L. Frank Baum di Pagera, dongeng lengkap dalam bahasa Indonesia, gratis.
Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.