Penulis · 2026-05-10 · Waktu baca ~ 2 mnt
Mengenal Kim Yu-jeong — Biografi dan Karya Terbaik
Biografi Kim Yu-jeong: kehidupan, humor satiris sebagai gaya sastra, karya utama, dan warisan dalam sastra Korea. Termasuk karya di Pagera.
Pagera Editorial
Biografi Singkat
Kim Yu-jeong (김유정, 1908–1937) adalah penulis Korea yang dikenal sebagai maestro humor dan satire dalam sastra modern Korea. Lahir di desa Chuncheon, Gangwon — jauh dari modernitas kota besar — Kim Yu-jeong tumbuh di tengah kehidupan rakyat biasa yang kemudian menjadi sumber inspirasi tak habis-habisnya.
Di antara penulis Korea angkatannya, Kim Yu-jeong menonjol karena pendekatannya yang unik: ia menggunakan tawa untuk mengkritik, menggunakan dialek dan idiom rakyat untuk mengangkat martabat kelas bawah, dan menciptakan tokoh-tokoh yang bodoh namun juga mengharukan.
Kehidupan yang Singkat dan Keras
Kehidupan Kim Yu-jeong sendiri penuh kesulitan. Ia menempuh pendidikan di Universitas Yonsei, namun tidak menyelesaikannya. Ia hidup dalam kemiskinan yang hampir konstan, menderita tuberkulosis yang akhirnya merenggut nyawanya di usia 29 tahun.
Meski demikian, selama tahun-tahun aktif menulisnya (1933–1937), ia menghasilkan lebih dari 30 cerpen — semuanya mencerminkan dunia pedesaan Korea dengan kehangatan dan kecerdasan yang langka.
Gaya Sastra
| Ciri | Penjelasan |
|---|---|
| Humor dan satire | Menggunakan komedi ringan untuk mengkritik ketidakadilan sosial |
| Bahasa rakyat | Dialek dan idiom pedesaan Korea abad ke-20 hidup dalam dialognya |
| Tokoh yang mengharukan | Karakter-karakternya polos, naif, sering dieksploitasi — namun tetap penuh semangat hidup |
| Latar desa | Hampir semua karyanya berlatar pedesaan Korea, dengan detail yang otentik dan penuh warna |
Karya Utama
- Bom-bom / Musim Semi (1935) — Buruh tani yang terperangkap janji pernikahan yang tak kunjung tiba
- Dongbaekkkot (1936) — Cinta muda yang canggung dan lucu di pedesaan Korea
- Geumtodkki (1935) — Manusia dan rubah dalam alegori kemiskinan
- Manchun (1935) — Kepedihan dan humor dalam kehidupan pasangan miskin
Pengaruh dan Warisan
Meskipun hidupnya singkat, Kim Yu-jeong meninggalkan jejak yang dalam. Gayanya yang menggunakan humor sebagai kendaraan kritik sosial memengaruhi penulis-penulis Korea selanjutnya. Di Chuncheon, kota asalnya, Museum Kim Yu-jeong didirikan sebagai penghormatan atas warisan sastranya.
Ia dianggap sebagai contoh langka dalam sastra Korea: seorang penulis yang bisa membuat pembaca tertawa dan menangis dalam satu cerita yang sama.
Karya Kim Yu-jeong di Pagera
- Musim Semi (봄·봄) — terjemahan Indonesia tersedia
Pagera Editorial Team | Diterbitkan: 2026-05-10 | Pagera adalah perpustakaan sastra dunia berlisensi public domain dalam bahasa Indonesia.