Vol. 3June 2026

Penulis · 2026-05-15 · Waktu baca ~ 3 mnt

Siapa Dazai Osamu, Penulis Buah Ceri 1948

Dazai Osamu (1909-1948) adalah salah satu novelis paling autobiografis dalam sastra Jepang modern. Karyanya yang paling masyhur, Ningen Shikkaku (Tidak Lagi Manusia), diterbitkan bulan yang sama dengan bunuh dirinya. Buah Ceri, ditulis tujuh minggu sebelum kematiannya.

Pagera Editorial

Dazai Osamu, nama pena dari Tsushima Shuji, lahir 19 Juni 1909 di Kanagi, sebuah kota kecil di Prefektur Aomori, Jepang utara. Ayahnya adalah salah satu tuan tanah paling kaya di daerah itu, anggota House of Peers, pemilik jaringan rumah-rumah kayu besar yang masih berdiri hari ini sebagai museum sastra.

Dari awal Dazai adalah anak yang tidak nyaman dengan kekayaan keluarganya. Ia merasakan jurang antara kemewahan keluarganya dan kemiskinan petani-petani di sekitar. Pada usia 19 tahun di SMA Hirosaki, ia mencoba bunuh diri pertama kali dengan obat tidur. Pada usia 21, di Universitas Tokyo, ia mencoba bunuh diri kedua bersama seorang pelayan bar di pantai Kamakura. Wanita itu meninggal, Dazai selamat.

Dari Buronan Politik Menjadi Novelis

Awal 1930-an, Dazai sebentar terlibat dalam gerakan Marxis kampus. Setelah ditangkap dan dipaksa menulis pernyataan pertobatan (tenko), ia berbalik dari politik dan tenggelam ke dalam sastra. Tahun 1935, ia menerbitkan Doke no Hana (Bunga Pelawak), karya pertamanya yang serius. Karya ini dinominasikan untuk Hadiah Akutagawa perdana, tapi kalah, dengan komentar Kawabata Yasunari yang sangat menyakiti Dazai: "Ada awan yang mengganggu di atas kehidupan sang penulis saat ini."

Dazai menulis surat terbuka balasan yang sangat marah, dimuat di majalah Bungei Tsushin. Itulah teks Untuk Kawabata Yasunari yang sekarang ada terjemahannya di Pagera. Selama dekade berikut, Dazai bergumul dengan kecanduan morfin, beberapa percobaan bunuh diri lainnya, dan dua kali perceraian.

Periode Pasca-Perang dan Karya Besar Terakhir

Setelah perang berakhir tahun 1945, sesuatu yang aneh terjadi pada Dazai. Justru di era kekalahan dan kekosongan Jepang ini, ia menemukan suaranya yang paling matang. Antara 1946 dan 1948, ia menulis empat karya yang akan menjadi inti dari reputasinya:

  • Viyon no Tsuma (Istri Villon, 1947) - tentang seorang istri yang bekerja di bar suaminya yang pemabuk.

  • Shayo (Matahari Terbenam, 1947) - novel tentang aristokrat yang runtuh setelah perang. Menjadi best-seller dan melahirkan istilah "shayozoku" untuk generasi muda yang kehilangan arah.

  • Outou (Buah Ceri, Mei 1948) - cerpen otobiografis yang sekarang Anda baca.

  • Ningen Shikkaku (Tidak Lagi Manusia, Juni 1948) - novel terakhir, diterbitkan secara berseri. Buku ini sekarang adalah karya Dazai paling laris di dunia.

Tamagawa, 13 Juni 1948

Pada 13 Juni 1948, hanya tujuh minggu setelah Buah Ceri diterbitkan, Dazai menenggelamkan diri di sungai Tamagawa bersama Yamazaki Tomie, seorang janda perang yang menjadi kekasih terakhirnya. Mayat mereka ditemukan enam hari kemudian, pada 19 Juni - hari ulang tahun Dazai yang ke-39.

Sejak saat itu, 19 Juni di Jepang diperingati sebagai Outou-ki, Hari Buah Ceri. Setiap tahun pada hari itu, penggemar sastra Dazai berkumpul di kuburannya di kuil Zenrin-ji, Mitaka, Tokyo. Mereka membawa sakuranbo (buah ceri Jepang) sebagai persembahan. Buah yang sama yang muncul di paragraf terakhir cerpen ini, yang dimakan ayah sendirian di bar.

Mengapa Dazai Masih Dibaca di Indonesia

Karya Dazai memiliki kualitas yang langka: kejujuran yang tidak punya batas tentang kerentanan diri. Dalam tradisi Indonesia, mungkin Pramoedya Ananta Toer atau Idrus dapat dibandingkan dalam keberanian otobiografisnya. Tetapi Dazai memilih sudut yang berbeda: bukan dakwaan sosial, melainkan pengakuan yang nyaris keterlaluan tentang kegagalan diri sebagai manusia, sebagai suami, sebagai ayah.

Bagi pembaca modern Indonesia, terutama yang akrab dengan literatur depresi dan kerentanan mental, Dazai menawarkan sesuatu yang penting: bahwa kerentanan bisa diakui dengan suara yang halus, ironis, bahkan jenaka, tanpa harus menjadi dramatis. Buah Ceri adalah contoh paling jernih dari nada itu.

Bagi yang ingin mengenal Dazai lebih dalam, tersedia Untuk Kawabata Yasunari karya Dazai Osamu (1935) di Pagera.

Pelajari lebih lanjut tentang Dazai Osamu di Wikipedia Indonesia dan koleksi karyanya di Aozora Bunko.

Baca Buah Ceri karya Dazai Osamu di Pagera, cerpen otobiografis lengkap dalam bahasa Indonesia, gratis.

Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke Pagera