Penulis · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 4 mnt
Arthur Sherburne Hardy: Profil Penyair-Diplomat Amerika Penulis Nyanyian Berdua
Lulus West Point peringkat tiga, mengajar matematika di Dartmouth selama dua puluh tahun, lalu menjadi duta besar Amerika di Persia, Yunani, Swiss, dan Spanyol. Di tengah karir yang sibuk, Arthur Sherburne Hardy menerbitkan satu antologi puisi lirik kecil yang sampai sekarang masih indah dibaca. Inilah profil penulis Nyanyian Berdua.
Pagera Editorial
Jika Anda mencari biografi Arthur Sherburne Hardy (1847~1930) di toko buku Indonesia, kemungkinan besar Anda tidak akan menemukannya. Tidak ada terjemahan novel-novelnya. Tidak ada karyanya yang masuk kanon sekolah. Bahkan di Amerika sekalipun, namanya hanya disebut secara singkat dalam ensiklopedia sastra dan arsip diplomatik.
Tetapi orang ini menjalani salah satu hidup paling beragam dalam sastra Amerika abad ke-19: matematikawan, akademisi, novelis, penyair, editor, duta besar di empat negara, penulis biografi. Dan satu antologi puisi tipis yang ia tinggalkan — Songs of Two (1900), kini terbit dalam bahasa Indonesia sebagai Nyanyian Berdua — masih bersinar lembut setelah seratus dua puluh tahun.
Anak West Point dari Massachusetts
Arthur Sherburne Hardy lahir 13 Agustus 1847 di Andover, Massachusetts. Ayahnya, Alpheus Spring Hardy, adalah pengusaha kaya yang aktif di lembaga misionaris kongregasionalis. Sebagai remaja, Arthur dididik di akademi privat dan kemudian masuk United States Military Academy West Point.
Tahun 1869, ia lulus dengan peringkat ketiga dalam angkatan empat puluh satu kadet. Sebagai opsir muda, ia ditugaskan ke korps insinyur dan dikirim ke Washington D.C. untuk proyek pembangunan, tetapi karir militernya berlangsung singkat. Tahun 1870, ia mengundurkan diri untuk mengejar minat yang lebih intelektual.
Dosen Matematika di Iowa lalu Dartmouth
Hardy pertama-tama mengajar matematika di Iowa College (sekarang Grinnell College). Tahun 1873, ia diundang ke Dartmouth College di New Hampshire untuk menjadi profesor matematika sipil dan teknik. Ia tinggal di Dartmouth selama lebih dari dua dekade — dari 1874 sampai 1893 — dan dalam masa itu ia menulis buku teks tentang kalkulus dan geometri analitik yang menjadi standar di banyak universitas Amerika.
Tetapi di sela mengajar matematika, ia menulis novel. But Yet a Woman (1883) — kisah romansa Amerika-Eropa yang berlatar Paris dan Boston — menjadi bestseller yang dicetak ulang berkali-kali di Amerika dan Inggris. The Wind of Destiny (1886) dan Passe Rose (1889) menyusul. Pada akhir 1880-an, Hardy sudah dikenal di dua dunia yang biasanya tidak bertemu: dunia akademik teknik dan dunia sastra populer.
Editor Cosmopolitan Magazine, lalu Diplomat
Tahun 1893, Hardy meninggalkan Dartmouth untuk menjadi editor Cosmopolitan Magazine di New York. Dalam dua tahun masa editornya, majalah itu mengangkat profil sastra Amerika dengan menerbitkan karya William Dean Howells, Mark Twain, dan Theodore Roosevelt.
Tetapi karir editor singkat. Tahun 1897, Presiden William McKinley mengangkatnya menjadi Duta Besar Amerika Serikat untuk Persia (Iran). Inilah awal lima belas tahun karir diplomatik yang akan membawanya ke Yunani, Rumania, Serbia, Swiss, dan akhirnya Spanyol. Saat menerbitkan Songs of Two tahun 1900, ia sedang menjadi duta besar di Athena, Yunani.
Songs of Two: Antologi yang Lahir di Tengah Kesibukan
Songs of Two bukan karya seorang penyair penuh waktu. Ia adalah karya seorang diplomat yang menulis di sela rapat protokol dan upacara resmi. Tetapi justru karena itulah ia terasa sangat pribadi. Tidak ada ambisi epik. Tidak ada usaha menjadi suara generasi. Hanya tiga puluh tujuh puisi pendek tentang dua orang yang saling memilih, dan tentang persembahan kecil yang menjaga cinta itu hidup.
Beberapa puisi jelas mencerminkan pengalaman diplomatik Hardy. On Ne Badine Pas Avec La Mort mengambil judul dari drama Alfred de Musset yang ia mungkin baca dalam bahasa Prancis di Persia atau Athena. Iter Supremum menggunakan judul Latin yang akan akrab bagi setiap diplomat terdidik abad ke-19. On the Fly-Leaf of the Rubaiyat langsung menyebut Omar Khayyam — penyair Persia abad ke-11 yang karyanya sangat dikenal Hardy melalui terjemahan Edward FitzGerald 1859.
Tahun-tahun Terakhir dan Warisan
Setelah karir diplomatik berakhir tahun 1909, Hardy kembali ke Amerika dan menetap di Woodstock, Connecticut. Ia menulis biografi diplomat John Hay (1912), beberapa esai politik, dan autobiografi singkat Things Remembered (1923). Tetapi tidak ada lagi puisi penting. Ia meninggal pada usia delapan puluh dua tahun, 13 Maret 1930, di Woodstock.
Warisannya tidak besar dalam ukuran kanon sastra Amerika. Tetapi Songs of Two tetap menjadi salah satu antologi puisi cinta paling konsisten dari era pasca-Perang Saudara. Ia adalah saksi tentang bagaimana puisi lirik bisa lahir dari seorang yang bukan penyair profesional — dari diplomat yang lelah, dari matematikawan yang merindukan keindahan, dari ayah yang menulis untuk istri dan anak-anaknya.
Hardy dan Pembaca Indonesia
Bagi pembaca Indonesia yang baru mengenal Hardy melalui Nyanyian Berdua, ia mungkin terasa seperti penyair yang sopan dan sedikit terlalu khidmat. Itu benar — tetapi justru kesopanan itulah yang membuat antologinya bertahan. Dalam dunia yang penuh suara keras, kadang-kadang kita butuh penyair yang berbicara dengan lembut.
Bagi yang ingin menjelajahi puisi klasik di Pagera, jelajahi juga katalog sastra dunia Pagera.
Pelajari lebih lanjut tentang Arthur Sherburne Hardy di Wikipedia Inggris dan baca teks asli Songs of Two di Project Gutenberg.
Baca Nyanyian Berdua karya Arthur Sherburne Hardy di Pagera, tiga puluh tujuh puisi lengkap dalam bahasa Indonesia, gratis.
Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.