Penulis · 2026-05-15 · Waktu baca ~ 4 mnt
Nathaniel Hawthorne dan Twice-Told Tales – Kumpulan yang Melahirkan Pompa Kota
Profil Nathaniel Hawthorne (1804-1864) dan kumpulan Twice-Told Tales (1837): asal-usul cerpen Aliran dari Pompa Kota dan tradisi sketsa Amerika yang ia bangun.
Pagera Editorial
Nathaniel Hawthorne dan kumpulan cerpennya Twice-Told Tales (1837) adalah titik awal untuk memahami cerpen Aliran dari Pompa Kota. Hawthorne lahir pada 4 Juli 1804 di Salem, Massachusetts – kota yang sama yang menjadi latar pompa besi itu berdiri. Ia meninggal pada 19 Mei 1864. Dalam rentang enam puluh tahun hidupnya, ia menghasilkan dua novel besar, dua kumpulan cerpen utama, dan ratusan sketsa pendek yang kebanyakan baru diakui nilainya setelah ia tiada.
Salem: Kota yang Membentuk Penulisnya
Salem bukan sekadar tempat lahir Hawthorne; ia adalah bahan bakar batinnya. Kota ini terkenal karena dua hal yang saling bertolak belakang: keindahan pelabuhan yang sibuk di abad ke-18 dan kekejaman pengadilan penyihir 1692 yang menewaskan dua puluh orang. Salah satu leluhur Hawthorne, John Hathorne (Nathaniel menambahkan huruf ‘w’ ke nama keluarganya sebagian karena ingin memisahkan diri dari warisan ini), adalah hakim yang tidak pernah menyesali perannya dalam pengadilan itu.
Beban ini tampak di hampir semua karya Hawthorne. Bahkan Aliran dari Pompa Kota, yang pada permukaannya adalah komedi ringan, menyimpan lapisan sejarah Salem yang berat: Endicott, Winthrop, Higginson, para sagamore Algonquin. Hawthorne tidak bisa menulis tentang Salem tanpa mendengar suara-suara dari bawah batu jalannya.
Dua Belas Tahun di Kamar Sunyi
Setelah lulus dari Bowdoin College pada 1825, Hawthorne kembali ke Salem dan menghabiskan hampir dua belas tahun nyaris tanpa kehidupan sosial. Ia menulis, membakar sebagian besar tulisannya, menulis lagi. Sahabat-sahabat sekelasnya di Bowdoin, termasuk Henry Wadsworth Longfellow dan Franklin Pierce (yang kelak menjadi Presiden Amerika Serikat), menjalani karier yang terlihat cemerlang. Hawthorne tinggal di kamarnya.
Bukan karena malas. Ia sedang membangun suara. Cerpen-cerpen yang kemudian terhimpun dalam Twice-Told Tales (1837) adalah buah dari dua belas tahun kesunyian itu. Edgar Allan Poe, dalam resensi kumpulan ini, menyebut Hawthorne sebagai penulis cerpen Amerika yang paling murni dan paling orisinal pada masanya.
Twice-Told Tales: Kumpulan yang Mengubah Segalanya
Twice-Told Tales pertama kali terbit pada 1837 dan diperluas pada 1842. Judulnya sendiri adalah sebuah ironi: twice-told berarti cerita yang sudah disampaikan dua kali, merujuk pada ungkapan Shakespeare dari King John – “life is as tedious as a twice-told tale.” Hawthorne mengambil ungkapan itu dan membaliknya: ia menawarkan cerita-cerita yang layak diceritakan ulang, yang tetap segar pada pembacaan kedua dan ketiga.
Cerpen Aliran dari Pompa Kota (A Rill from the Town Pump) pertama kali terbit pada 1835 di majalah New-England Magazine sebelum masuk kumpulan ini. Ia adalah salah satu dari sedikit cerpen Hawthorne yang sepenuhnya komedi, meski komedinya berlapis dengan sejarah dan moral.
Gaya Khas: Jarak Ironis
Yang membedakan Hawthorne dari penulis sezamannya bukan pilihan temanya, melainkan jaraknya dari tema itu. Ia tidak pernah sepenuhnya setuju atau tidak setuju dengan apa yang ditulisnya. Dalam Aliran dari Pompa Kota, Sang Pompa berpidato tentang temperansi dengan semangat yang hampir meledak-ledak, mengklaim bahwa air dingin bisa mengakhiri kemiskinan, penyakit, bahkan perang. Apakah Hawthorne percaya ini? Kita tidak bisa memastikan. Selalu ada senyuman tipis di balik setiap kalimat seriusnya.
Jarak ironis ini adalah ciri khas yang kelak diwarisi oleh Henry James dan kemudian oleh seluruh tradisi fiksi Amerika yang kontemplatif. Hawthorne adalah penulis pertama yang secara konsisten meragukan narator-narator yang tampaknya paling yakin.
Karya-karya Besar Selanjutnya
Setelah Twice-Told Tales, Hawthorne menerbitkan Mosses from an Old Manse (1846), kumpulan cerpen kedua yang menandai puncak kematangan gaya pendeknya. Novel The Scarlet Letter (1850) menjadikannya penulis Amerika paling terkenal di zamannya. The House of the Seven Gables (1851) menyusul setahun kemudian.
Hawthorne juga menjabat sebagai Konsul Amerika Serikat di Liverpool dari 1853 hingga 1857, atas penunjukan Presiden Franklin Pierce. Empat tahun di Inggris dan dua tahun di Italia menghasilkan novel terakhirnya, The Marble Faun (1860). Ia meninggal empat tahun kemudian, meninggalkan sebuah novel yang tidak selesai.
Hawthorne di Pagera
Pagera menyediakan beberapa karya pendek Hawthorne dalam bahasa Indonesia. Selain Aliran dari Pompa Kota yang ada di halaman ini, tersedia juga Pedagang Apel Tua dari Mosses from an Old Manse (1842) – sketsa karakter seorang lelaki tua yang nyaris tidak terlihat di stasiun kereta. Untuk sisi Hawthorne yang lebih alegoris, ada Lukisan-lukisan Nubuat dari kumpulan yang sama dengan cerpen ini, Twice-Told Tales.
Baca Aliran dari Pompa Kota karya Nathaniel Hawthorne secara gratis di Pagera – sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.
Referensi lanjutan: Nathaniel Hawthorne (Wikipedia) · Twice-Told Tales (Wikipedia)
Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.