Vol. 3June 2026

Penulis · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 4 mnt

Nathaniel Hawthorne: Penulis Lukisan yang Meramal – Cerminan Salem dan Alegori Amerika

Profil Nathaniel Hawthorne (1804–1864), pengarang Lukisan yang Meramal dari Twice-Told Tales (1837): keluarga keturunan hakim Salem witch trials, sahabat Longfellow dan Melville, pencipta alegori Amerika yang gelap dan mendalam.

Pagera Editorial

Nathaniel Hawthorne (1804–1864) ialah salah satu pengarang Amerika abad ke-19 yang paling sering disebut dalam barisan terdepan sastra romantisme gelap. Lahir di Salem, Massachusetts, ia tumbuh dengan beban langsung dari sejarah keluarganya yang ngeri: kakek buyutnya, John Hathorne, adalah salah seorang hakim utama Salem witch trials 1692. Untuk memperjauh diri dari beban itu, Nathaniel menambahkan huruf w di tengah nama keluarganya — Hathorne menjadi Hawthorne. Tetapi bayang takdir dan dosa yang ia warisi tidak pernah benar-benar memudar dari karyanya.

Masa Muda di Salem dan Bowdoin College

Setelah ayahnya meninggal di Suriname pada 1808, Nathaniel kecil tumbuh dalam rumah ibu janda yang menarik diri dari kehidupan sosial Salem. Ia banyak membaca sendirian — Shakespeare, Spenser, Milton, dan kemudian Sir Walter Scott. Pada 1821 ia masuk Bowdoin College di Maine, di mana ia berteman dengan dua tokoh masa depan yang akan ikut menentukan jalannya: Henry Wadsworth Longfellow, yang kelak menjadi penyair Amerika paling terkenal abad itu, dan Franklin Pierce, yang kelak menjadi Presiden Amerika ke-14.

Dasawarsa Sunyi: 1825–1837

Setelah lulus, Hawthorne kembali ke rumah ibunya di Salem dan menghabiskan hampir dua belas tahun dalam apa yang ia sendiri sebut "kamar sunyi di lantai atas". Ia menulis cerita pendek tanpa berhenti, banyak yang ia bakar sendiri karena tidak puas. Ia mempublikasikan novelnya yang pertama, Fanshawe (1828), secara anonim dengan biaya sendiri — lalu menarik kembali dan menghancurkan sebagian besar salinan karena merasa karya itu tidak matang.

Ratusan cerpen yang ia tulis selama dasawarsa sunyi itu akhirnya berkumpul menjadi Twice-Told Tales pada 1837. Judul yang sederhana itu adalah pengakuan diri yang ironis: hampir semua cerpen di dalamnya sudah pernah terbit dalam The Token, The New England Magazine, dan jurnal-jurnal lain selama bertahun-tahun. Twice-Told Tales mengumpulkannya untuk kali kedua — "diceritakan dua kali" — dan dari kumpulan inilah Lukisan yang Meramal berasal.

Pernikahan, Concord, dan Mosses

Pada 1842 Hawthorne menikahi Sophia Peabody, perempuan seniman dari Salem yang ikut menjadi mata-tangannya dalam menanggapi dunia. Pasangan itu pindah ke The Old Manse, rumah tua di Concord, Massachusetts, yang dulu ditempati pendeta Ralph Waldo Emerson. Di sana Hawthorne menulis kumpulan cerpen kedua, Mosses from an Old Manse (1846), yang memuat Aula Fantasi dan banyak alegori gelap lain.

Persahabatan dengan Melville

Pada 1850 Hawthorne pindah ke Lenox di Berkshires, Massachusetts, di mana ia bertemu Herman Melville, seorang novelis muda yang baru kembali dari pelayaran. Melville menemukan Hawthorne dalam keadaan terpukau: ia menulis esai panjang berjudul Hawthorne and His Mosses di mana ia membandingkan Hawthorne dengan Shakespeare karena "kegelapan rahasia" yang sama. Melville mendedikasikan Moby-Dick (1851) kepada Hawthorne dengan tulisan: "In token of my admiration for his genius."

Empat Novel Besar

Antara 1850 dan 1860 Hawthorne menulis empat novel utamanya — The Scarlet Letter (1850), The House of the Seven Gables (1851), The Blithedale Romance (1852), dan The Marble Faun (1860). The Scarlet Letter adalah karya paling terkenalnya: kisah Hester Prynne yang dipaksa memakai huruf merah "A" pada dadanya karena perzinaan, dengan latar Boston Puritan abad ke-17 — yang sama dengan latar Lukisan yang Meramal.

Posisi Lukisan yang Meramal dalam Karir Hawthorne

The Prophetic Pictures bukan cerpen panjang seperti The Birthmark atau Rappaccini's Daughter, tetapi ia memuat dalam bentuk ringkas tiga ciri khas Hawthorne sekaligus: alegori moral, latar kolonial New England, dan kritik terhadap ambisi pribadi yang menyendiri. Sang pelukis adalah saudara jauh Aylmer dalam The Birthmark dan Rappaccini dalam Rappaccini's Daughter — semuanya seniman atau ilmuwan yang melukai orang lain demi sempurnanya pengetahuan mereka sendiri.

Tahun-tahun Akhir

Ketika sahabat lamanya Franklin Pierce terpilih sebagai presiden pada 1852, Hawthorne diberi posisi konsul Amerika di Liverpool, Inggris — pekerjaan yang menjadikannya cukup berkecukupan untuk pertama kalinya. Setelah masa konsul ia tinggal beberapa tahun di Italia, yang melahirkan The Marble Faun. Ia kembali ke Concord pada 1860 dengan kesehatan yang menurun. Pada 19 Mei 1864 ia meninggal saat berjalan-jalan di Plymouth, New Hampshire, bersama Franklin Pierce. Ia dimakamkan di Sleepy Hollow Cemetery, Concord — tidak jauh dari Emerson, Thoreau, dan keluarga Alcott.

Bacaan Lanjutan di Pagera

Pagera kini menyediakan sembilan karya Hawthorne dalam bahasa Indonesia. Untuk pembaca yang menyukai Lukisan yang Meramal, kami merekomendasikan secara berurutan: Paman Desa (sketsa lembut yang berakhir dalam pengakuan kesendirian), Aliran dari Pompa Kota (monolog satirikal), Pedagang Apel Tua (potret psikologis lambat), Aula Fantasi (alegori imajinasi), dan Pencarian Bunga Lili (alegori spiritual).

Baca Lukisan yang Meramal karya Nathaniel Hawthorne secara gratis di Pagera.

Referensi: Nathaniel Hawthorne (Wikipedia) · Karya Hawthorne di Project Gutenberg

Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke Pagera