Vol. 3June 2026

Penulis · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 5 mnt

Siapa Kikuchi Kan: Penulis Masker, Pendiri Hadiah Akutagawa dan Bungei Shunjū

Kikuchi Kan (菊池寛, 1888-1948) adalah penulis, jurnalis, dan editor yang membentuk dunia sastra Jepang modern. Pendiri majalah Bungei Shunjū (1923) dan Hadiah Akutagawa serta Naoki (1935). Profil lengkap penulis cerpen Masker.

Pagera Editorial

Kikuchi Kan penulis Jepang bukan hanya seorang novelis besar zaman Taishō dan Shōwa — ia adalah salah satu figur paling berpengaruh dalam membentuk seluruh ekosistem sastra Jepang modern. Bagi pembaca Indonesia, mungkin namanya kurang akrab dibanding Akutagawa Ryūnosuke atau Natsume Sōseki, tetapi tanpa Kikuchi Kan, kemungkinan besar Akutagawa juga tidak akan menjadi nama rumah tangga seperti sekarang.

Asal Usul: Takamatsu dan Universitas Kekaisaran Kyoto

Kikuchi Kan — nama aslinya Kikuchi Hiroshi (菊池寛, bacaan resmi: Kan; nama lahir: Hiroshi) — lahir di Takamatsu, Prefektur Kagawa, pada 26 Desember 1888. Ia berasal dari keluarga samurai miskin di akhir zaman Edo. Pendidikan Kikuchi tidak mulus: ia awalnya masuk Sekolah Tinggi Persiapan Pertama Tokyo, tetapi karena masalah dengan administrasi sekolah, ia pindah ke Sekolah Tinggi Persiapan Ketiga di Kyoto, lalu masuk Universitas Kekaisaran Kyoto jurusan Sastra Inggris pada 1913.

Di Kyoto, Kikuchi belajar di bawah Ueda Bin, salah satu penerjemah sastra Eropa paling terhormat di Jepang. Pelatihan dalam membaca sastra Inggris dan Prancis dalam bahasa aslinya akan menjadi salah satu rahasia gaya tulis Kikuchi yang lugas, jernih, dan psikologis dalam — sebuah perpaduan estetika Jepang klasik dengan ketepatan analitis prosa Barat.

Lingkaran Akutagawa, Kume Masao, dan Shin Shichō

Pada masa kuliahnya di Tokyo (sebelum pindah ke Kyoto), Kikuchi bersahabat erat dengan Akutagawa Ryūnosuke dan Kume Masao. Bersama-sama mereka menjadi anggota inti generasi ketiga dan keempat majalah sastra Shin Shichō (新思潮) — majalah yang juga membidani karir Akutagawa dengan Hidung (鼻, 1916) yang dipuji oleh Natsume Sōseki.

Pada periode Shin Shichō ini, Kikuchi menerbitkan beberapa cerpen pertama yang segera memantapkan posisinya di kanon sastra Jepang modern: Mumei Sakka no Nikki (無名作家の日記, Diary of an Obscure Writer, 1918), Tadanao-kyō Gyōjōki (忠直卿行状記, 1918), dan terutama Onshū no Kanata ni (恩讐の彼方に, Beyond Love and Hate, 1919) yang dianggap sebagai mahakarya cerpen historisnya.

Drama Komersial: Chichi Kaeru dan Sukses Populer

Kikuchi membedakan diri dari Akutagawa dalam satu hal penting: ia berhasil menjembatani sastra elite dan sastra populer. Drama satu babaknya Chichi Kaeru (父帰る, Father Returns, 1917) menjadi salah satu drama Jepang modern yang paling sering dipentaskan di teater Jepang sepanjang abad ke-20. Novel populer Shinju Fujin (真珠夫人, Lady Pearl, 1920) diserialkan di koran Mainichi Shinbun dan menjadi sensasi nasional.

Pendiri Bungei Shunjū: Mengubah Dunia Penerbitan

Pada Januari 1923, Kikuchi mendirikan Bungei Shunjū (文藝春秋, Mata Air Sastra). Majalah ini dimulai sebagai majalah kecil yang menerbitkan tulisan-tulisan pendek dari teman-teman Kikuchi — Akutagawa, Kume, Yamamoto Yūzō, dan lainnya. Tetapi dalam beberapa tahun, majalah ini berkembang menjadi salah satu majalah opini dan sastra paling berpengaruh di Jepang, yang masih beroperasi hingga hari ini sebagai bagian dari grup penerbitan Bungeishunjū yang menerbitkan banyak buku-buku sukses.

Dengan Bungei Shunjū, Kikuchi mengubah hubungan antara penulis sastra dan pasar massal di Jepang. Ia membuktikan bahwa sastra yang serius bisa juga komersial; bahwa kritik sastra, profil pribadi tokoh sastra, dan opini sosial bisa dihimpun dalam satu majalah yang dibaca oleh kelas menengah kota.

Hadiah Akutagawa dan Naoki (1935)

Setelah kematian Akutagawa pada 1927 (Akutagawa bunuh diri karena depresi dan kecemasan), Kikuchi menciptakan dua penghargaan sastra yang masih menjadi yang paling bergengsi di Jepang hingga hari ini:

  • Hadiah Akutagawa (芥川賞, Akutagawa-shō, didirikan 1935) — untuk sastra murni (jun-bungaku) terbaik oleh penulis baru atau pemula. Setiap pemenang Hadiah Akutagawa otomatis menjadi tokoh sastra nasional Jepang. Murakami Ryū, Ōe Kenzaburō (sebelum Nobel), Yoshimoto Banana (terhormat), dan banyak lainnya menapaki jalan dari sini.

  • Hadiah Naoki (直木賞, Naoki-shō, didirikan 1935) — untuk sastra populer (taishū bungaku) berkualitas tinggi oleh penulis menengah hingga senior. Hadiah ini dinamai dari Naoki Sanjūgo, sahabat Kikuchi yang juga meninggal pada 1934.

Kedua hadiah ini diumumkan dua kali setahun (Januari dan Juli) dan setiap pengumuman menjadi berita sastra nasional.

Gaya Sastra: Realisme Psikologis Lugas

Gaya tulis Kikuchi dapat diringkas dalam tiga kata: lugas, jernih, psikologis. Berbeda dengan kepadatan estetika Akutagawa atau kompleksitas filosofis Sōseki, Kikuchi menulis prosa yang dapat dipahami pembaca biasa pada bacaan pertama — tetapi yang setelah dibaca, mengganggu pembaca dengan kebenaran psikologis yang tidak nyaman.

Masker (1920) adalah contoh sempurna gaya ini. Tidak ada kalimat yang sukar. Tidak ada simbolisme yang misterius. Tetapi setelah membaca, pembaca mendapati dirinya sendiri di cermin — narator yang mengembangkan kebanggaan moral palsu dan kemudian membongkarnya, itulah pembaca sendiri.

Karya-karya Utama yang Dapat Dinikmati

  • Onshū no Kanata ni (恩讐の彼方に, Beyond Love and Hate, 1919) — cerpen historis tentang pertobatan dan pengampunan, sering dianggap mahakaryanya.

  • Tadanao-kyō Gyōjōki (忠直卿行状記, 1918) — sketsa psikologis seorang daimyo abad ke-17 yang gila kekuasaan.

  • Chichi Kaeru (父帰る, Father Returns, 1917) — drama satu babak tentang ayah yang kembali setelah dua puluh tahun.

  • Shinju Fujin (真珠夫人, Lady Pearl, 1920) — novel populer tentang perempuan ningrat yang memilih sendiri.

  • Mask (マスク, 1920) — cerpen pendek pengakuan diri yang sedang Anda baca di Pagera.

  • Wakai (和解, Reconciliation, 1917) — cerpen rekonsiliasi keluarga.

Akhir Hayat: Kontroversi Perang dan Warisan

Selama Perang Pasifik (1941~1945), Kikuchi memainkan peran kontroversial sebagai ketua Asosiasi Pelayan Sastra Patriotik (日本文学報国会, Nihon Bungaku Hōkokukai), organisasi sastra yang mendukung propaganda perang Jepang. Setelah kekalahan Jepang pada 1945, ia dimasukkan dalam daftar pembersihan SCAP (otoritas pendudukan Sekutu) dan dilarang menjabat posisi publik dari 1947. Ia meninggal pada Maret 1948 di usia 59 tahun, tidak sempat menyaksikan rehabilitasi penuh reputasinya.

Namun, terlepas dari kontroversi ini, warisan Kikuchi sebagai arsitek dunia sastra Jepang modern tetap tidak tergoyahkan. Bungei Shunjū, Hadiah Akutagawa, Hadiah Naoki — ketiganya masih ada, masih membentuk siapa yang menjadi penulis besar di Jepang. Dan cerpen-cerpennya, dari Onshū no Kanata ni sampai Masker, masih dibaca, diajarkan, dan diterjemahkan.

Pelajari lebih lanjut di Wikipedia Indonesia atau Wikipedia English.

Baca Masker karya Kikuchi Kan di Pagera, teks lengkap dalam bahasa Indonesia, gratis.

Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke Pagera