Penulis · 2026-05-15 · Waktu baca ~ 4 mnt
Biografi Nathaniel Hawthorne — Penulis Amerika Abad ke-19
Profil Nathaniel Hawthorne (1804–1864): penulis Amerika Salem, pencipta The Scarlet Letter, dan suara terdalam dalam tradisi sastra kontemplatif abad ke-19.
Pagera Editorial
Biografi Nathaniel Hawthorne, penulis Amerika abad ke-19 yang menulis The Scarlet Letter dan Pedagang Apel Tua, adalah kisah seorang pengamat yang sabar. Lahir pada 4 Juli 1804 di Salem, Massachusetts, Hawthorne tumbuh dalam keluarga Puritan dengan jejak sejarah yang berat: salah satu leluhurnya adalah seorang hakim dalam pengadilan penyihir Salem 1692. Beban moral ini akan membentuk hampir seluruh karyanya.
Masa Awal di Salem
Ayah Hawthorne, seorang kapten kapal, meninggal saat Nathaniel berusia empat tahun. Ibunya menarik diri dari kehidupan sosial dan membesarkan ketiga anaknya dalam suasana sunyi. Pola ini membentuk kebiasaan Hawthorne yang akan bertahan seumur hidupnya: pengamat dari pinggiran, jarang berbicara, sangat peka pada nuansa.
Ia bersekolah di Bowdoin College di Maine dari 1821 hingga 1825, bersama dua orang yang kelak menjadi tokoh besar: penyair Henry Wadsworth Longfellow dan presiden masa depan Franklin Pierce. Setelah lulus, Hawthorne kembali ke Salem dan menghabiskan dua belas tahun berikutnya hampir seluruhnya di kamar sendiri, membaca dan menulis.
Tahun-tahun Diam
Periode 1825–1837 adalah era yang ia sendiri kemudian sebut sebagai "the lonely chamber" — kamar yang sepi. Di sinilah ia menulis ratusan sketsa dan cerita pendek yang kemudian membentuk dua kumpulan besarnya: Twice-Told Tales (1837) dan Mosses from an Old Manse (1846). Cerpen Pedagang Apel Tua ditulis pada 1842 dan masuk dalam kumpulan yang kedua.
Yang membedakan Hawthorne dari penulis Amerika sezamannya adalah pendekatannya yang kontemplatif. Edgar Allan Poe menulis horor dengan tegangan tinggi; Washington Irving menulis cerita rakyat dengan humor. Hawthorne menulis sketsa yang nyaris tanpa peristiwa, namun penuh dengan refleksi moral yang halus.
Konsep Khas: Moral Picturesque
Pada pembuka Pedagang Apel Tua, Hawthorne menggunakan istilah moral picturesque — gambaran moral yang menyentuh. Istilah ini mungkin adalah definisi paling jujur dari estetika Hawthorne secara keseluruhan. Ia tidak mencari karakter yang dramatis; ia mencari karakter yang biasa, lalu menggali kedalaman moral yang tersembunyi di dalamnya.
Pendekatan ini menjadikan Hawthorne penulis Amerika pertama yang sungguh-sungguh menulis dalam tradisi character sketch — sketsa karakter — sebuah bentuk yang akan diwariskan kepada Henry James dan Sherwood Anderson di abad ke-20.
The Scarlet Letter dan Ketenaran
Pada 1850 Hawthorne menerbitkan The Scarlet Letter (Surat Merah), novel yang menjadikannya tokoh utama sastra Amerika abad ke-19. Novel ini bercerita tentang Hester Prynne, seorang perempuan Puritan yang dipaksa mengenakan huruf A merah karena tuduhan perzinahan. Tema rasa malu, hipokrisi sosial, dan beban moral yang lama disimpan oleh Hawthorne meletus dalam novel ini.
Setelah itu menyusul The House of the Seven Gables (1851) dan The Marble Faun (1860). Namun, banyak pembaca modern setuju bahwa karya-karya pendek Hawthorne — sketsa dan cerpen — adalah tempat di mana suaranya yang paling halus dapat ditemukan.
Tahun-tahun Eropa dan Konsul Liverpool
Pada 1853, presiden Franklin Pierce — teman lama Hawthorne dari masa Bowdoin — menunjuknya sebagai konsul Amerika Serikat di Liverpool. Hawthorne menghabiskan empat tahun di Inggris dan kemudian dua tahun di Italia. Pengalaman Eropa ini mempengaruhi The Marble Faun yang berlatar di Roma.
Hawthorne kembali ke Amerika pada 1860 dan meninggal pada 19 Mei 1864 di Plymouth, New Hampshire, dalam usia 59 tahun. Ia dimakamkan di Sleepy Hollow Cemetery, Concord, Massachusetts — sebuah pemakaman yang juga menampung Emerson, Thoreau, dan Louisa May Alcott.
Karya Hawthorne di Pagera
Pagera menyediakan beberapa karya pendek Hawthorne dalam terjemahan bahasa Indonesia. Karya yang dibahas dalam halaman ini, Pedagang Apel Tua, adalah salah satu sketsa karakter terindah dari kumpulan Mosses from an Old Manse.
Bagi pembaca yang ingin menjelajahi lebih jauh, Pagera juga menghadirkan Surat-surat P. dari kumpulan yang sama — sketsa eksperimental tentang surat-surat dari seseorang yang menulis dari alam baka. Untuk membaca sisi alegoris yang lebih terang, ada juga Lukisan-lukisan Nubuat dari Twice-Told Tales.
Mengapa Hawthorne Masih Relevan?
Hawthorne tetap dibaca pada abad ke-21 karena ia menulis tentang sesuatu yang tidak pernah usang: beban moral yang halus, kontradiksi antara penampilan publik dan kebenaran pribadi, kasih sayang yang muncul dari pengamatan yang sabar terhadap sosok yang biasa-biasa saja.
Di tengah dunia yang menuntut kecepatan dan visibilitas, sketsa Hawthorne tentang pedagang apel yang nyaris tidak terlihat justru menjadi semakin penting. Ia mengingatkan bahwa kedalaman manusia tidak selalu ada di tempat-tempat yang mencolok.
📖 Baca Pedagang Apel Tua karya Nathaniel Hawthorne secara gratis di Pagera — sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.
Referensi lanjutan: Nathaniel Hawthorne (Wikipedia) · Mosses from an Old Manse (Wikipedia)
Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.