Vol. 3June 2026

Penulis · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 4 mnt

Washington Irving dan Little Britain – Bapak Cerpen Amerika yang Mengamati London

Profil Washington Irving (1783-1859), penulis Little Britain dari The Sketch Book of Geoffrey Crayon (1820): bapak cerpen Amerika, observer Inggris, dan pencipta narator fiktif Geoffrey Crayon yang ramah dan jenaka.

Pagera Editorial

Washington Irving (1783-1859) adalah penulis Amerika pertama yang meraih ketenaran internasional, sering disebut sebagai bapak cerpen modern Amerika. Lahir di New York City sebagai anak bungsu dari sebelas bersaudara di keluarga pedagang, Irving menerima nama pertamanya dari Presiden George Washington, yang baru saja terpilih sebagai presiden pertama Amerika Serikat. Ia adalah seorang pengamat halus yang dengan tatapan jenaka dan kasih sayang menggambar masyarakat — terutama masyarakat Inggris kuno yang ia cintai selama hampir dua dekade tinggal di Eropa.

Latar Belakang: Anak New York yang Menjadi Penulis

Washington Irving lahir pada 3 April 1783, hanya tiga bulan setelah Perjanjian Paris yang menutup Perang Revolusi Amerika. Ibunya, yang menggendongnya, melihat Presiden Washington di jalanan New York dan berkata, "Mr. Washington, ini bayi kecil yang dinamai dari Yang Mulia." Presiden Washington memberkati anak itu — sebuah anekdot yang menjadi legenda keluarga.

Irving menerima pendidikan formal yang biasa-biasa saja — ia bukan tipe pelajar yang rajin. Sebaliknya, ia tenggelam dalam membaca Robinson Crusoe, Don Quixote, Sindbad, dan kemudian penulis Inggris seperti Oliver Goldsmith dan Joseph Addison. Pada usia 19, ia mulai menulis esai untuk surat kabar saudaranya dengan nama pena Jonathan Oldstyle, Gent. — pertanda awal dari kecenderungan menggunakan narator persona yang akan ia sempurnakan.

The Sketch Book: Karya yang Mengubah Sastra Amerika

Pada 1815, Irving pergi ke Inggris untuk membantu bisnis keluarganya, yang segera bangkrut. Bencana ini ironisnya membebaskannya untuk menjadi penulis penuh-waktu. Selama dua tahun di Birmingham dan London, ia mengamati masyarakat Inggris dengan ketelitian seorang etnografer dan kelembutan seorang sahabat.

Dari pengamatan inilah lahir The Sketch Book of Geoffrey Crayon, Gent. (1819-1820), kumpulan 34 esai dan cerpen yang diterbitkan secara serial. Buku ini memuat dua karya paling termasyhur dalam sastra Amerika: Rip Van Winkle dan The Legend of Sleepy Hollow. Tetapi Little Britain berdiri sebagai salah satu sketsa karakter neighborhood paling lembut dalam kumpulan tersebut — Irving mengamati sebuah kawasan tua di jantung London yang mempertahankan adat istiadat kuno.

Geoffrey Crayon: Narator Fiktif yang Menjadi Tanda Tangan

Irving menciptakan Geoffrey Crayon, Gent. sebagai narator fiktif untuk The Sketch Book. Crayon adalah seorang gentleman Amerika yang berkelana di Inggris dengan mata pengamat — bukan turis cepat, melainkan penghuni sementara yang menyelinap ke dalam urusan setempat. Dalam Little Britain, Crayon mengaku tinggal di lantai dua salah satu rumah tertua di kawasan, dipandang oleh penduduk sebagai "satu-satunya gentleman mandiri" karena ia tidak punya pekerjaan tapi membayar tagihan tepat waktu setiap minggu.

Karakter narator ini — ramah, jenaka, terkadang melodramatis — menjadi tanda tangan Irving. Para pembaca pada masanya sering bingung membedakan antara Crayon dan Irving sendiri. Crayon kembali muncul dalam Bracebridge Hall (1822) dan Tales of a Traveller (1824).

Mengapa Irving Pulang ke Inggris Lagi dan Lagi?

Irving menghabiskan total 17 tahun di Eropa (1815-1832 dan kemudian sebagai duta besar di Spanyol 1842-1846). Mengapa seorang Amerika begitu mencintai Inggris? Tiga alasan menjelaskan.

Pertama, akar literer. Sastra Inggris adalah ibu spiritual sastra Amerika abad ke-19. Irving mengagumi Goldsmith, Addison, Steele, dan Shakespeare — dan Inggris adalah arsip hidup di mana ia bisa berjalan-jalan di Stratford-upon-Avon atau mengintai gereja-gereja desa yang muncul di The Sketch Book.

Kedua, ekonomi. Penerbitan Inggris jauh lebih maju daripada Amerika pada masa itu. Berkat penerbitan London, Irving menjadi penulis Amerika pertama yang bisa hidup dari menulis — sebuah revolusi profesional.

Ketiga, tatapan sebagai outsider. Sebagai Amerika di Inggris, Irving punya jarak yang memungkinkan ia melihat hal-hal yang penduduk Inggris sendiri tidak lagi memperhatikan: ritual Michaelmas, ramalan Skryme, persaingan keluarga Lamb dan Trotter. Jarak inilah yang membuat Little Britain hidup setelah dua abad.

Warisan: Bapak Cerpen Amerika

Irving mempelopori beberapa hal yang menjadi standar sastra Amerika: cerita pendek sebagai bentuk seni, narator persona, pengamatan etnografis terhadap masyarakat, dan campuran humor lembut dengan refleksi. Edgar Allan Poe, Nathaniel Hawthorne, dan Mark Twain semuanya membaca Irving dan mewarisi sesuatu darinya — Poe meresepkan unity of effect cerpen yang Irving telah praktikkan, Hawthorne meminjam observational sketch model dari Paman Desa, dan Twain mengembangkan humor lembut Irving menjadi satir yang lebih tajam dalam Otobiografi Parodi.

Little Britain berdiri sebagai bukti bahwa Irving bukan hanya pencerita legenda Sleepy Hollow yang gothic, tetapi juga pengamat halus kehidupan urban biasa — sebuah talenta yang sering terlupa.

Baca Little Britain karya Washington Irving secara gratis di Pagera — sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Referensi lanjutan: Washington Irving (Wikipedia) · Teks asli di Project Gutenberg #877

Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke Pagera