Vol. 3June 2026

Ringkasan · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 5 mnt

Ringkasan Little Britain karya Washington Irving – Kawasan Tua London 1820

Ringkasan dan analisis esai Little Britain karya Washington Irving (1820) dari The Sketch Book of Geoffrey Crayon: sebuah potret satir kawasan tua di jantung London, dengan apoteker peramal Skryme, penjaja keju politisi, kedai Wagstaff, dan persaingan modis keluarga Lamb dan Trotter.

Pagera Editorial

Ringkasan Little Britain karya Washington Irving membawa kita ke sebuah kawasan tua di jantung London pada awal abad ke-19. Narator Geoffrey Crayon, seorang gentleman Amerika yang tinggal di lantai dua salah satu rumah tertua di kawasan itu, menggambar potret satir tetapi penuh kasih sayang tentang penghuninya — apoteker tinggi kurus Skryme dengan ramalan-ramalan suramnya, penjaja keju buncit yang membaca koran Minggu sebagai sumber pendapat negara, pemilik kedai Wagstaff yang menjadi nyawa klub The Roaring Lads, dan keluarga tukang daging pensiunan Lamb yang ambisinya menjadi sosialita menghancurkan kedamaian seluruh kawasan.

Siapa Saja Tokoh dalam Little Britain?

Pusat esai ini adalah Geoffrey Crayon, narator fiktif Washington Irving — seorang gentleman Amerika yang menghabiskan beberapa tahun tenangnya di Little Britain. Ia tidak punya pekerjaan, membayar tagihan secara teratur setiap minggu, dan oleh karena itu dipandang sebagai satu-satunya gentleman mandiri di kawasan. Karena penasaran, ia menyelinap ke dalam semua urusan dan rahasia tempat itu.

Tuan Skryme adalah apoteker tinggi kurus dengan wajah pucat seperti mayat dan lingkaran cokelat mengelilingi setiap matanya. Di tokonya tergantung dua atau tiga buaya yang diawetkan dan beberapa ular dalam botol. Ia pembaca berat almanak, hafal ramalan-ramalan Robert Nixon dan Mother Shipton, dan suka mengaitkan setiap berita buruk dengan tanda-tanda zaman.

Penjaja keju yang buncit adalah saingan ramalan Skryme. Pendapatnya sangat diandalkan dalam urusan negara karena ia telah membaca koran Minggu selama setengah abad terakhir, beserta Gentleman's Magazine dan History of England karya Rapin.

Wagstaff adalah pemilik kedai Bulan Sabit dan Setandan Anggur. Pria kecil dengan kaki bengkok dan perut buncit, wajah merah, dan rambut abu-abu di belakang kepala — ia menjadi biang lelucon klub The Roaring Lads of Little Britain.

Keluarga Lamb dan Trotter adalah pasangan keluarga yang merusak kedamaian: tukang daging pensiunan dengan istri dan tiga putri yang ambisius (Lamb), dan keluarga janda pedagang minyak dengan beberapa putri yang tak mau dilampaui (Trotter).

Alur: Potret Kawasan, Lalu Krisis Sosial

Irving tidak menyusun esai ini sebagai narasi linear. Sebaliknya, ia memberikan kepada kita serangkaian sketsa karakter yang berjalin: pertama kawasan secara umum, lalu Skryme dan ramalan-ramalannya, lalu penjaja keju dan utang nasional, lalu Wagstaff dan klubnya yang riang, lalu dua peristiwa tahunan — Pasar Malam St. Bartholomew dan Hari Lord Mayor.

Bagian pertama menggambarkan kawasan sebagai "inti jantung kota" — benteng semangat John Bull, yakni personifikasi rakyat Inggris yang keras kepala. Penduduk dengan saleh menyantap panekuk pada Selasa Sebelum Puasa, hot-cross-buns pada Jumat Agung, dan angsa panggang pada Michaelmas; mereka masih percaya pada mimpi, komet, dan kisah hantu rumah-rumah besar tua.

Bagian tengah memperkenalkan dua oracle saingan: Skryme yang muram dan penjaja keju yang optimis. Ramalan Skryme tentang naga di puncak Gereja Bow yang berjabat tangan dengan belalang di puncak Royal Exchange menebarkan kegelapan di benak penduduk. Sementara itu, penjaja keju ekskursi ke Hampstead dan Highgate dengan tongkat Minggu barunya.

Klimaks: Persaingan Lamb vs Trotter Menghancurkan Kedamaian

Klimaks esai bergeser dari sketsa karakter menjadi krisis sosial. Salah seorang Nona Lamb mendapat kehormatan menjadi dayang Lady Mayoress pada pesta tahunan, mengenakan tiga bulu burung unta di kepalanya. Keluarga Lamb langsung terkena demam kalangan tinggi: menyiapkan kereta satu-kuda, memasang renda emas di topi anak pesuruh, dan menolak bermain Pope-Joan atau permainan orang buta.

Mereka mulai menari quadrille, tarian sosial Prancis empat pasangan yang tak ada seorang pun di Little Britain pernah mendengarnya; membaca novel; berbicara Prancis yang buruk; dan saudara laki-laki mereka bicara tentang Kean, opera, dan Edinburgh Review. Pesta dansa besar yang mereka adakan tanpa mengundang tetangga lama menjadi penyebab perang terbuka yang nyaris pecah.

Kemudian muncul kekuatan saingan: pedagang minyak kaya raya meninggal, dan janda dengan beberapa putri yang montok — para Nona Trotter — secara terbuka mengambil medan perang melawan keluarga Lamb. Ketika Lamb muncul dengan dua bulu, Trotter memasang empat dengan warna dua kali lebih indah.

Moral Penutup: Mundur Bagai Tikus Berpengalaman

Narator melihat seluruh kawasan terbagi menjadi faksi-faksi modis. Permainan kuno Pope-Joan dan Tom-come-tickle-me sepenuhnya dibuang; tak ada lagi cara untuk menggelar tarian country yang jujur; dan ketika Crayon mencoba mencium gadis muda di bawah mistletoe Natal lalu, ia ditolak dengan marah karena dianggap "sangat vulgar."

Karena pemalas baik hati ini terjebak di antara kedua faksi, jika keluarga Lamb dan Trotter pernah berdamai dan membandingkan catatan, ia akan habis. Maka ia memutuskan mundur sebelum terlambat — bagai tikus berpengalaman yang lari dari rumah tua sebelum runtuh — meninggalkan kerajaan Little Britain yang kacau-balau untuk dibagi oleh dua faksi yang bersaing.

Posisi Esai Ini dalam The Sketch Book of Geoffrey Crayon

Little Britain terbit pertama kali pada 1820 sebagai salah satu esai dalam The Sketch Book of Geoffrey Crayon, Gent. — kumpulan yang juga memuat The Legend of Sleepy Hollow dan Rip Van Winkle. Karya ini berdiri sebagai salah satu esai paling padat-pengamatan dalam kumpulan tersebut — Irving, seorang Amerika yang menjadi observer Inggris, memberi kita potret kawasan London yang akan segera lenyap. Pembaca yang menyukai potret sosial yang lembut dan humoris akan menemukan kesenangan serupa dalam pengamatan Hawthorne tentang Pedagang Apel Tua, sementara mereka yang menyukai sketsa karakter satirikal yang lebih lembut bisa membaca Paman Desa karya Hawthorne juga.

Mengapa Esai Ini Layak Dibaca?

Ada tiga alasan. Pertama, esai ini adalah salah satu potret kawasan tua London yang paling kaya pada awal abad ke-19 — semua suara, bau, dan kepribadian sebuah neighborhood Regency dalam satu kepingan teks. Kedua, Irving sebagai narator memberi kita pandangan luar yang langka — seorang Amerika yang menyaksikan Inggris meninggalkan dirinya sendiri demi mode Prancis. Ketiga, sindiran lembut tentang ambisi sosial dan kemunafikan tetap segar setelah dua abad — keluarga Lamb dan Trotter masih bisa kita kenali di kota mana pun hari ini.

Baca Little Britain karya Washington Irving secara gratis di Pagera — sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Referensi lanjutan: The Sketch Book of Geoffrey Crayon (Wikipedia) · Teks asli di Project Gutenberg #877

Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke Pagera