Ringkasan · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 5 mnt
Ringkasan Rab dan Para Sahabatnya: Kisah Mastiff Tua Edinburgh oleh John Brown
Ringkasan esai naratif 1858 karya dokter Skotlandia John Brown — sebuah mastiff besar bernama Rab, seorang pengangkut barang dan istrinya Ailie, dan satu operasi tanpa kloroform yang mengubah pengertian kita tentang persahabatan manusia-anjing.
Pagera Editorial
Rab dan Para Sahabatnya (Rab and His Friends, 1858) adalah salah satu esai naratif paling termasyhur dalam sastra Inggris abad ke-19. Ditulis oleh John Brown M.D. (1810-1882), seorang dokter dan esais Skotlandia di Edinburgh, kisah ini menggabungkan ingatan dokter muda, persahabatan manusia-anjing, dan satu adegan operasi yang mengoyak hati. Berikut ringkasan lengkap dengan tetap menjaga seluruh keindahan tegangnya untuk pembaca yang ingin menyelami teks.
Pertemuan Pertama: Perkelahian Anjing di Tron Church
Narator (John, persona pengarang sendiri) mengingat suatu hari tiga puluh empat tahun lampau, ketika ia dan sahabatnya Bob Ainslie berusia anak sekolah dan menanjak Infirmary Street dari High School Edinburgh. Mereka mendengar teriakan kerumunan di Tron Church: "Perkelahian anjing!" Kedua anak laki-laki itu berlari ke sana, terengah-engah, dengan keinginan ganjil seperti yang dimiliki semua anak terhadap sebuah pertarungan yang sengit.
Mereka mendapati seekor bull terrier putih kecil tetapi ulung sedang mencekik seekor anjing gembala bernama Yarrow. Setelah seseorang berhasil menyumbat hidung si bull terrier dengan tembakau hirup, Yarrow akhirnya bebas. Tetapi bull terrier itu belum puas; ia melompat keluar dan mengejar anjing pertama yang dilihatnya.
Penampilan Rab: Mastiff Raja yang Berberangus
Di bawah lengkung South Bridge, mereka menemui makhluk lain: seekor mastiff abu-abu raksasa dengan lipatan kulit leher ala Shakespeare, berberangus oleh peralatan kulit buatan rumah karena kota memerintahkan pemasangan berangus umum. Si bull terrier menerjang ke tenggorokannya. Tetapi mastiff itu tidak melawan — ia hanya berdiri tegak dan mengaum, menyerupai "patung kemarahan dan ketakjuban dari granit Aberdeen."
John memotong tali kulit yang berangus itu. Dalam sekejap, mastiff besar itu mematahkan punggung bull terrier seperti tikus. Pertarungan usai dengan cepat dan tuntas. Mastiff itu lalu berbalik, mengendus-endus, lalu berlari menuruni Cowgate menuju sebuah penginapan bernama Harrow Inn.
James Noble: Pengangkut Barang dari Howgate
Di Harrow Inn, mereka bertemu majikan mastiff itu: James Noble, seorang pengangkut barang kecil berwajah hitam dan tajam dari desa Howgate. Ia menamai anjingnya Rab (singkatan Skotlandia untuk Robert). James memarahi anjing itu sebagai "Rab, ye thief!" tetapi ketika mendengar cerita Bob dan John tentang kepahlawanan Rab, ia melunak dan memanggilnya dengan sayang: "Rab, ma man, puir Rabbie!"
Bob dan John menguburkan si bull terrier malam itu di kebun belakang Bob, di Melville Street 17. Karena saat itu mereka sedang membaca Iliad dan, seperti semua anak laki-laki, bersimpati pada Trojan, mereka menamai si bull terrier yang gugur itu Hector.
Enam Tahun Kemudian: Ailie Datang ke Rumah Sakit
Enam tahun berlalu. Bob pergi berperang. John menjadi mahasiswa kedokteran dan asisten di Rumah Sakit Minto House Edinburgh. Setiap Rabu, Rab datang menjenguknya bersama James.
Suatu sore di bulan Oktober, James membawa istrinya Ailie ke rumah sakit dalam gerobaknya yang ditarik kuda betina Jess. "Maister John," kata James, "this is the mistress; she's got a trouble in her breest, — some kind o' an income, we're thinkin'." Yakni: "Ini istri saya; ada gangguan di payudaranya — semacam income (tumor, dalam dialek Skotlandia), pikir kami."
Ailie adalah perempuan setengah baya berwajah pucat-tenang dengan mata abu-abu yang "penuh duka dan penaklukan duka." John memeriksa payudara kanannya dan menemukan benjolan keras seperti batu. Sang ahli bedah memutuskan: operasi besok.
Operasi tanpa Kloroform: Teater Bedah Edinburgh 1840-an
Inilah adegan paling termasyhur dalam esai itu. Pada masa itu — sebelum kloroform diperkenalkan tahun 1847 — operasi dilakukan tanpa anestesi apa pun. Ailie melangkah ke ruang operasi yang penuh dengan mahasiswa kedokteran muda yang bersemangat. "Satu pandangan kepadanya menenangkan dan meredakan para mahasiswa," tulis Brown. Mereka duduk, terdiam, dan menatap perempuan tua itu yang berjalan masuk dengan martabat dalam pakaian khas Skotlandia: mutch putih, blus pendek dimity, rok dalam bombazine hitam.
Operasi dimulai. Wajah pucat Ailie memperlihatkan rasa sakit yang luar biasa — tetapi tenang dan diam. Rab, yang ditahan oleh James, menyaksikan, menggeram, menyalak. Ketika selesai, Ailie turun dari meja, menghadap para mahasiswa, dan dengan suara rendah meminta maaf andai ia telah berkelakuan tidak baik. "Para mahasiswa — kami semua — menangis seperti anak-anak."
Komplikasi dan Kematian Ailie
Untuk beberapa hari Ailie pulih dengan baik. Tetapi empat hari setelah operasi, ia mengalami menggigil tiba-tiba — apa yang ia sebut "groosin'." Infeksi telah dimulai (kemungkinan sepsis pasca-bedah, yang masih menjadi pembunuh utama era Victoria). Lukanya merona; nadinya cepat; delirium mulai.
Ailie menyanyikan potongan-potongan lagu lama dan Mazmur, dengan suara Skotlandianya yang lembut. Pada malam terakhir, ia mengambil baju tidur yang tergulung dan memeluknya seperti seorang ibu memeluk bayinya. "She's thinkin' it's that bairn," kata James — ia mengira itu adalah Mysie kecilnya, anak satu-satunya yang meninggal empat puluh tahun lampau.
Ailie kemudian memandang James lama, lalu menutup matanya dan berpulang dengan amat lembut. James, dengan cara kunonya, menempelkan cermin di depan wajah Ailie — "satu titik kecil kabut tertiup keluar; itu sirna, dan tidak pernah kembali."
Pulang ke Howgate dalam Salju
James berlari kembali ke Howgate, sembilan mil jauhnya, mengambil gerobaknya, dan membawa Ailie pulang dalam selimut bertahun "A. G., 1794" (Alison Graeme, nama gadis Ailie). Pagi itu salju turun. Mereka melewati Libberton Brae, padang Roslin, perbukitan Pentland, hutan Auchindinny, Lammermuir — semua tempat yang dicintai James — dan Ailie pulang ke ranjangnya sendiri untuk terakhir kali.
Akhir James dan Rab
James menguburkan istrinya, lalu jatuh sakit demam ringan, dan segera meninggal. "Saat itu salju, dan lubang hitam compang-camping itu tampak aneh di tengah-tengah bantalan putih tak bernoda." Kuburan itu tidak sulit dibuka kembali untuk suaminya.
Dan Rab? Pengangkut barang baru yang mewarisi usaha James berhasrat memberi makan kuda di kandang, tetapi Rab tidak mau keluar dari sekat kandang, tidak mau makan, terus menggeram. Akhirnya pengangkut baru itu memukul kepalanya dengan pasak balok kayu. "Fit end for Rab, quick and complete," tulis Brown — "Akhir yang pas bagi Rab, cepat dan tuntas. Gigi dan sahabat-sahabatnya sudah pergi, mengapa ia harus menjaga kedamaian dan bersikap sopan?"
Rab dikuburkan di lereng bukit dekat anak sungai, dengan anak-anak desa yang menyaksikan upacara itu.
Baca Rab dan Para Sahabatnya karya John Brown di Pagera, teks lengkap dalam bahasa Indonesia, gratis.
Tim Pagera | Sastra dunia public domain dalam bahasa Indonesia.