Vol. 3June 2026

Ringkasan · 2026-05-16 · Waktu baca ~ 5 mnt

Ringkasan "Camar" — Anton Chekhov (1896, Empat Babak)

Ringkasan sandiwara empat babak Anton Chekhov "The Sea-Gull" (1896): Konstantin Treplev, ibunya aktris terkenal Arkadina, gadis Nina yang memimpikan panggung, dan penulis Trigorin yang menghancurkan hidup keduanya.

Pagera Editorial

Pendahuluan

"Camar" (judul asli Rusia Чайка, judul Inggris The Sea-Gull) adalah sandiwara empat babak Anton Chekhov tahun 1896. Lakon ini gagal total pada pementasan perdananya di Teater Alexandrinsky, Sankt Peterburg, Oktober 1896. Tetapi dua tahun kemudian, dipentaskan ulang oleh Konstantin Stanislavski di Moscow Art Theatre pada Desember 1898, dan kali ini menjadi tonggak teater modern dunia. Logo Moscow Art Theatre hingga hari ini masih berbentuk burung camar.

Latar dan Empat Lapis Cinta yang Tak Terbalas

Adegan berlangsung di wisma keluarga Pyotr Sorin, pensiunan pejabat tinggi negara yang sudah berusia 60-an, di tepi sebuah danau di provinsi tengah Rusia, musim panas 1893. Dua tahun berlalu di antara babak ketiga dan keempat — Chekhov menggunakan teknik jeda waktu yang akan menjadi ciri khas dramanya.

Empat lapis cinta yang tak terbalas membentuk struktur dramatik lakon ini:

  • Guru sekolah Semyon Medvedenko mencintai Masha.
  • Masha, putri pengurus perkebunan, mencintai Konstantin.
  • Konstantin Treplev, anak laki-laki Arkadina yang berusia 25 tahun, penulis-pemula yang gandrung pada "bentuk baru" seni, mencintai Nina.
  • Nina Zarechnaya, gadis tetangga yang memimpikan panggung, jatuh cinta pada Trigorin.
  • Dan Polina, istri pengurus perkebunan, mencintai Dokter Dorn.

Babak I: Drama Bentuk Baru

Sebuah panggung amatir telah didirikan di taman tepi danau. Treplev akan mementaskan lakonnya sendiri, monodrama tentang "Jiwa Dunia" 200.000 tahun di masa depan, ketika semua kehidupan telah punah. Nina memainkan peran tunggal Jiwa Dunia. Ibunya, aktris terkenal Irina Arkadina, kedatangan dari Moskow bersama kekasih barunya, penulis ternama Boris Trigorin. Selama pementasan, Arkadina menertawakan dialog filosofis Treplev sebagai "sampah dekaden". Treplev marah, menurunkan tirai sebelum pertunjukan selesai, lalu kabur. Nina memandang Trigorin dengan kagum dan terpesona.

Babak II: Camar yang Tertembak

Tengah hari beberapa hari kemudian, di halaman wisma. Konflik kecil meletus ketika pengurus Shamrayev menolak memberi kuda kepada Arkadina. Trigorin duduk di tepi danau memancing. Nina menghampirinya dan bicara tentang ketenaran. Trigorin balik bercerita tentang siksaan menulis yang tak pernah berakhir.

Tiba-tiba Treplev masuk dengan senapan, membawa seekor camar yang baru saja ia tembak. Ia menjatuhkannya di kaki Nina: "Aku begitu hina hari ini sampai membunuh burung camar ini. Aku letakkan di kakimu." Lalu ia menambahkan: "Begitu pula aku akan segera mengakhiri hidupku sendiri."

Tak lama kemudian Trigorin melihat camar mati itu di bangku, lalu mencatat di buku notesnya: "Sebuah gagasan untuk cerpen. Seorang gadis muda tumbuh besar di tepi danau, seperti Anda. Ia mencintai danau seperti burung camar mencintainya. Tetapi datang seorang pria yang kebetulan melewati jalan itu, dan ia menghancurkan gadis itu karena kebosanan, sebagaimana camar ini telah dihancurkan." Ini adalah ramalan yang akan terwujud.

Babak III: Perpisahan dan Cengkeraman

Beberapa hari kemudian. Arkadina, Trigorin, dan Sorin akan berangkat. Treplev telah mencoba bunuh diri (tertembak di kepala, bertahan hidup). Antara ibu dan anak terjadi adegan paling memilukan dalam lakon ini: Arkadina mengganti perban di kepala anaknya sambil menangis, kemudian mereka bertengkar pahit tentang Trigorin, lalu berdamai. Ketika Trigorin masuk dan memohon untuk tinggal demi Nina, Arkadina menjatuhkan diri di kakinya, memohon, memanggilnya "rajaku", mengingatkannya pada hidup yang mereka bagikan. Trigorin menyerah. Mereka pergi.

Tetapi di gerbang, sebelum kereta berangkat, Trigorin diam-diam bertemu Nina. Nina memberi tahu bahwa ia telah memutuskan untuk lari dari rumah dan menjadi aktris di Moskow. Mereka berjanji bertemu di Hotel Slavianski Bazar.

Babak IV: Dua Tahun Kemudian — Tragedi Final

Musim gugur, dua tahun berlalu. Ruang duduk lama telah diubah menjadi ruang tulis Treplev — yang kini telah menjadi penulis dengan cerita-cerita yang diterbitkan di majalah ternama. Tetapi ia muram, tidak bahagia. Pamannya Sorin sakit parah dan tinggal di kamarnya. Masha telah menikah dengan guru sekolah Medvedenko dan punya bayi, tetapi masih mencintai Treplev. Polina mendesak Treplev untuk lebih lembut pada Masha.

Arkadina dan Trigorin kembali dari kota — Sorin yang sakit memanggil. Ternyata Trigorin pernah lari dari Arkadina, mempunyai anak dengan Nina yang kemudian meninggal, lalu kembali pada Arkadina. Nina sendiri telah menjadi aktris keliling di kota-kota provinsi yang patah-patah.

Pada malam berbadai itu, Nina diam-diam datang ke wisma. Treplev menahan dirinya saat mereka bertemu lagi. Nina, basah kuyup oleh hujan, setengah mengigau, mengulang berkali-kali: "Aku adalah burung camar — bukan — bukan, aku aktris." Ia bicara tentang penderitaannya, tentang siksaan akting di kota-kota kecil, tentang cintanya yang tak padam pada Trigorin. Lalu ia mengutip baris-baris pembukaan lakon Treplev dari Babak I dua tahun lalu — "Segala manusia dan binatang, singa, elang, dan burung puyuh..." — sebelum berlari pergi.

Treplev menyobek seluruh naskahnya. Beberapa menit kemudian, di ruangan tempat semua keluarga berkumpul main lotto, sebuah tembakan terdengar. Dokter Dorn keluar diam-diam. Ia menarik Trigorin ke pojok dan berbisik kalimat terakhir lakon: "Anda harus membawa Nyonya Arkadina pergi dari sini; yang ingin saya katakan adalah, Konstantin telah menembak dirinya sendiri."

Mengapa "Camar"?

Burung camar muncul empat kali dalam lakon: ditembak Treplev (II), dijadikan ide cerpen oleh Trigorin (II), dijadikan awetan oleh Shamrayev (IV), dan dimakaikan oleh Nina pada dirinya sendiri (IV). Lambang ini berlapis tiga: kemurnian terbang bebas yang dihancurkan oleh kebosanan; bahan mentah yang dipungut dan dijadikan karya seni; dan citra diri yang harus ditinggalkan supaya pemiliknya bisa benar-benar hidup. Nina di akhir lakon mengakui: "Aku bukan camar — aku aktris." Ia sudah belajar memanggul salibnya. Treplev tidak.

Baca lengkapnya di Pagera: Camar (Chekhov 1896)

Kembali ke Pagera