
A Kidnapped Santa Claus
L. Frank Baum · Inggris
Dongeng anak L. Frank Baum (1904) — penulis Wizard of Oz — yang mengisahkan Sinterklas yang diculik oleh makhluk gua jahat (Setan Keegoisan,…
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
1 orang meminta terjemahan ini
Catatan Editor Pagera
Dongeng anak L. Frank Baum (1904) — penulis Wizard of Oz — yang mengisahkan Sinterklas yang diculik oleh makhluk gua jahat (Setan Keegoisan, Kedengkian, Kebencian, Niat Jahat, dan Penyesalan) pada Malam Natal. Karya ini adalah fiksi anak klasik tradisi Barat, dibawa ke pembaca Indonesia sebagai bagian dari warisan sastra dongeng anak dunia, bukan promosi tradisi keagamaan tertentu. Dengan empat asisten setia — Wisk sang Peri, Peter sang Knook, Nuter sang Ryl, dan Kilter sang Pixie — kisah ini menyampaikan pesan moral universal: bahwa kebaikan hati selalu menang atas keegoisan, kedengkian, dan kebencian. Alegori sederhana untuk anak-anak segala usia, dibungkus dalam fantasi khas pengarang Negeri Oz.
A Kidnapped Santa Claus
L. Frank Baum · Inggris
Dongeng anak L. Frank Baum (1904) — penulis Wizard of Oz — yang mengisahkan Sinterklas yang diculik oleh makhluk gua jahat (Setan Keegoisan,…
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Inggris)
A Kidnapped Santa Claus by L. Frank Baum Santa Claus lives in the Laughing Valley, where stands the big, rambling castle in which his toys are manufactured. His workmen, selected from the ryls, knooks, pixies and fairies, live with him, and every one is as busy as can be from one year's end to another. It is called the Laughing Valley because everything there is happy and gay. The brook chuckles to itself as it leaps rollicking between its green banks; the wind whistles merril
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Dongeng anak L. Frank Baum (1904) — penulis Wizard of Oz — yang mengisahkan Sinterklas yang diculik oleh makhluk gua jahat (Setan Keegoisan, Kedengkian, Kebencian, Niat Jahat, dan Penyesalan) pada Malam Natal. Karya ini adalah fiksi anak klasik tradisi Barat, dibawa ke pembaca Indonesia sebagai bagian dari warisan sastra dongeng anak dunia, bukan promosi tradisi keagamaan tertentu. Dengan empat asisten setia — Wisk sang Peri, Peter sang Knook, Nuter sang Ryl, dan Kilter sang Pixie — kisah ini menyampaikan pesan moral universal: bahwa kebaikan hati selalu menang atas keegoisan, kedengkian, dan kebencian. Alegori sederhana untuk anak-anak segala usia, dibungkus dalam fantasi khas pengarang Negeri Oz.

Status terjemahan
1 orang meminta terjemahan ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.