
Extracts from Adam's Diary, translated from the original ms.
Mark Twain · Inggris
Mark Twain menghidupkan kisah Adam dengan cara yang tak terduga: melalui catatan harian pendek yang ditulis seorang lelaki bingung yang mendapati…
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Mark Twain menghidupkan kisah Adam dengan cara yang tak terduga: melalui catatan harian pendek yang ditulis seorang lelaki bingung yang mendapati dirinya tiba-tiba harus berbagi Taman Eden dengan makhluk berambut panjang yang ia panggil 'makhluk baru itu'. Makhluk itu—yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Hawa—memberi nama pada segalanya, dari Air Terjun Niagara hingga burung dodo, dan memasang papan bertuliskan 'Dilarang Menginjak Rumput' di tengah surga. Adam yang pendiam dan ilmiah mencoba melarikan diri, lalu bingung menghadapi kehadiran Kain yang ia sangka ikan, kanguru, lalu beruang—hingga sepuluh tahun kemudian ia menyadari satu hal: di mana pun Hawa berada, di sanalah Eden itu.
Extracts from Adam's Diary, translated from the original ms.
Mark Twain · Inggris
Mark Twain menghidupkan kisah Adam dengan cara yang tak terduga: melalui catatan harian pendek yang ditulis seorang lelaki bingung yang mendapati…
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Inggris)
Monday This new creature with the long hair is a good deal in the way. It is always hanging around and following me about. I don’t like this; I am not used to company. I wish it would stay with the other animals. Cloudy to-day, wind in the east; think we shall have rain…. Where did I get that word?… I remember now—the new creature uses it.
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Mark Twain menghidupkan kisah Adam dengan cara yang tak terduga: melalui catatan harian pendek yang ditulis seorang lelaki bingung yang mendapati dirinya tiba-tiba harus berbagi Taman Eden dengan makhluk berambut panjang yang ia panggil 'makhluk baru itu'. Makhluk itu—yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Hawa—memberi nama pada segalanya, dari Air Terjun Niagara hingga burung dodo, dan memasang papan bertuliskan 'Dilarang Menginjak Rumput' di tengah surga. Adam yang pendiam dan ilmiah mencoba melarikan diri, lalu bingung menghadapi kehadiran Kain yang ia sangka ikan, kanguru, lalu beruang—hingga sepuluh tahun kemudian ia menyadari satu hal: di mana pun Hawa berada, di sanalah Eden itu.

Status terjemahan
Buku lain dari penulis ini

1601: Conversation as it was by the Social Fireside in the Time of the Tudors

A Connecticut Yankee in King Arthur's Court
A Connecticut Yankee in King Arthur's Court, Part 1.
A Connecticut Yankee in King Arthur's Court, Part 1.

A Connecticut Yankee in King Arthur's Court, Part 2.
A Connecticut Yankee in King Arthur's Court, Part 3.
A Connecticut Yankee in King Arthur's Court, Part 3.

A Connecticut Yankee in King Arthur's Court, Part 4.
BHS1601: Conversation as it was by the Social Fireside in the Time of the Tudors
Mark Twain
BHSA Connecticut Yankee in King Arthur's Court
Mark Twain
A Connecticut Yankee in King Arthur's Court, Part 1.
Mark Twain
BHSA Connecticut Yankee in King Arthur's Court, Part 2.
Mark Twain
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.