
The Yellow Wallpaper
Charlotte Perkins Gilman · Inggris
Cerpen feminis Amerika klasik karya Charlotte Perkins Gilman (1892), berbentuk catatan harian rahasia seorang perempuan tanpa nama yang baru saja melahirkan.
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Cerpen feminis Amerika klasik karya Charlotte Perkins Gilman (1892), berbentuk catatan harian rahasia seorang perempuan tanpa nama yang baru saja melahirkan. Suaminya, John, seorang dokter terhormat, mendiagnosisnya menderita 'depresi saraf sementara' dan 'kecenderungan histeris yang ringan,' lalu menerapkan terapi 'rest cure' — pingitan total dengan larangan menulis, larangan bekerja, larangan menerima tamu yang merangsang. Sang tokoh dipindahkan ke bekas kamar kanak-kanak di lantai paling atas rumah sewa musim panas: ruangan dengan jendela-jendela berjeruji, tempat tidur berat yang dipaku ke lantai, dan kertas dinding kuning bermotif arabes yang menjijikkan. Diam-diam, sang tokoh menyimpan catatan harian — dokumen pelanggaran yang menjadi cerpen yang kita baca. Selama tiga bulan, perhatiannya pada pola kertas dinding berubah dari estetik menjadi obsesif, lalu menjadi paranoid. Kertas dinding mulai dipersonifikasi: pola yang punya kehendak, kepala-kepala tercekik dengan mata membeliak yang tidak berkedip, dan akhirnya — sosok seorang perempuan yang merangkak di balik jeruji pola, mencoba memanjat keluar. Klimaks cerpen menjadi salah satu adegan paling terkenal dalam sastra feminis Amerika: pada hari terakhir kontrak sewa, sang tokoh mengunci diri di kamar, mengupas kertas dinding habis-habisan, mengikat dirinya dengan tali, dan menyatakan kepada suaminya yang terkejut: 'Akhirnya aku berhasil keluar, meski ada kau dan Jane! Dan aku sudah merobek hampir seluruh kertasnya, jadi kau tak bisa memasukkanku kembali!' Suaminya pingsan; sang tokoh terus merangkak, harus melangkahinya setiap kali — pembalikan kekuasaan yang sempurna dan dingin. 'Kertas Dinding Kuning' adalah kritik tajam terhadap praktik medis 'rest cure' Dr. S. Weir Mitchell yang umum diterapkan pada akhir abad ke-19, dan terhadap paternalisme medis yang memperlakukan perempuan dewasa seperti anak. Pertama kali terbit di The New England Magazine edisi Januari 1892, cerpen ini sempat dilupakan selama empat dekade dan baru ditemukan kembali pada 1973, sejak itu menjadi salah satu teks paling banyak diajarkan dalam kursus sastra Amerika dan studi gender. Bentuk catatan harian rahasia yang terputus-putus, bahasa yang tajam dan ironis, serta kemampuan Gilman menyatukan dua suara — istri Victoria yang patuh dan penulis feminis yang radikal — membuat cerpen ini tetap menggetarkan setelah 130 tahun lebih. Bagi pembaca Indonesia yang ingin mengenali sastra feminis klasik dunia, 'Kertas Dinding Kuning' adalah teks pendek yang sempurna sebagai titik masuk: hanya satu jam membaca, tetapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan — apakah depresi pascapersalinan adalah kelemahan moral atau penyakit medis? apakah perempuan boleh memiliki karier intelektual mandiri? — masih bergema dalam diskusi-diskusi sosial kontemporer.
The Yellow Wallpaper
Charlotte Perkins Gilman · Inggris
Cerpen feminis Amerika klasik karya Charlotte Perkins Gilman (1892), berbentuk catatan harian rahasia seorang perempuan tanpa nama yang baru saja melahirkan.
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Inggris)
The Yellow Wallpaper By Charlotte Perkins Gilman It is very seldom that mere ordinary people like John and myself secure ancestral halls for the summer. A colonial mansion, a hereditary estate, I would say a haunted house, and reach the height of romantic felicity—but that would be asking too much of fate! Still I will proudly declare that there is something queer about it. Else, why should it be let so cheaply? And why have stood so long untenanted? John laughs at m
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Cerpen feminis Amerika klasik karya Charlotte Perkins Gilman (1892), berbentuk catatan harian rahasia seorang perempuan tanpa nama yang baru saja melahirkan. Suaminya, John, seorang dokter terhormat, mendiagnosisnya menderita 'depresi saraf sementara' dan 'kecenderungan histeris yang ringan,' lalu menerapkan terapi 'rest cure' — pingitan total dengan larangan menulis, larangan bekerja, larangan menerima tamu yang merangsang. Sang tokoh dipindahkan ke bekas kamar kanak-kanak di lantai paling atas rumah sewa musim panas: ruangan dengan jendela-jendela berjeruji, tempat tidur berat yang dipaku ke lantai, dan kertas dinding kuning bermotif arabes yang menjijikkan. Diam-diam, sang tokoh menyimpan catatan harian — dokumen pelanggaran yang menjadi cerpen yang kita baca. Selama tiga bulan, perhatiannya pada pola kertas dinding berubah dari estetik menjadi obsesif, lalu menjadi paranoid. Kertas dinding mulai dipersonifikasi: pola yang punya kehendak, kepala-kepala tercekik dengan mata membeliak yang tidak berkedip, dan akhirnya — sosok seorang perempuan yang merangkak di balik jeruji pola, mencoba memanjat keluar. Klimaks cerpen menjadi salah satu adegan paling terkenal dalam sastra feminis Amerika: pada hari terakhir kontrak sewa, sang tokoh mengunci diri di kamar, mengupas kertas dinding habis-habisan, mengikat dirinya dengan tali, dan menyatakan kepada suaminya yang terkejut: 'Akhirnya aku berhasil keluar, meski ada kau dan Jane! Dan aku sudah merobek hampir seluruh kertasnya, jadi kau tak bisa memasukkanku kembali!' Suaminya pingsan; sang tokoh terus merangkak, harus melangkahinya setiap kali — pembalikan kekuasaan yang sempurna dan dingin. 'Kertas Dinding Kuning' adalah kritik tajam terhadap praktik medis 'rest cure' Dr. S. Weir Mitchell yang umum diterapkan pada akhir abad ke-19, dan terhadap paternalisme medis yang memperlakukan perempuan dewasa seperti anak. Pertama kali terbit di The New England Magazine edisi Januari 1892, cerpen ini sempat dilupakan selama empat dekade dan baru ditemukan kembali pada 1973, sejak itu menjadi salah satu teks paling banyak diajarkan dalam kursus sastra Amerika dan studi gender. Bentuk catatan harian rahasia yang terputus-putus, bahasa yang tajam dan ironis, serta kemampuan Gilman menyatukan dua suara — istri Victoria yang patuh dan penulis feminis yang radikal — membuat cerpen ini tetap menggetarkan setelah 130 tahun lebih. Bagi pembaca Indonesia yang ingin mengenali sastra feminis klasik dunia, 'Kertas Dinding Kuning' adalah teks pendek yang sempurna sebagai titik masuk: hanya satu jam membaca, tetapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan — apakah depresi pascapersalinan adalah kelemahan moral atau penyakit medis? apakah perempuan boleh memiliki karier intelektual mandiri? — masih bergema dalam diskusi-diskusi sosial kontemporer.

Status terjemahan
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.