
A Letter to a Hindu
graf Leo Tolstoy · Inggris
Surat untuk Orang Hindu adalah surat terbuka yang ditulis Hitung Leo Tolstoy pada 14 Desember 1908 sebagai jawaban atas seruan kaum nasionalis India…
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Surat untuk Orang Hindu adalah surat terbuka yang ditulis Hitung Leo Tolstoy pada 14 Desember 1908 sebagai jawaban atas seruan kaum nasionalis India yang menginginkan perlawanan bersenjata terhadap penjajahan Inggris. Dengan mengutip ajaran Krishna, Veda, dan Injil sekaligus, Tolstoy berpendapat bahwa satu-satunya jalan keluar dari belenggu penjajahan adalah hukum cinta kasih dan penolakan mutlak terhadap kekerasan — bukan revolusi bersenjata. Surat bersejarah ini dilengkapi pendahuluan Mahatma Gandhi, yang menjadikannya salah satu teks peletak dasar gerakan Satyagraha dan perlawanan tanpa kekerasan di seluruh dunia.
A Letter to a Hindu
graf Leo Tolstoy · Inggris
Surat untuk Orang Hindu adalah surat terbuka yang ditulis Hitung Leo Tolstoy pada 14 Desember 1908 sebagai jawaban atas seruan kaum nasionalis India…
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Inggris)
INTRODUCTION The letter printed below is a translation of Tolstoy's letter written in Russian in reply to one from the Editor of Free Hindustan. After having passed from hand to hand, this letter at last came into my possession through a friend who asked me, as one much interested in Tolstoy's writings, whether I thought it worth publishing. I at once replied in the affirmative, and told him I should translate it myself into Gujarati and i
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Surat untuk Orang Hindu adalah surat terbuka yang ditulis Hitung Leo Tolstoy pada 14 Desember 1908 sebagai jawaban atas seruan kaum nasionalis India yang menginginkan perlawanan bersenjata terhadap penjajahan Inggris. Dengan mengutip ajaran Krishna, Veda, dan Injil sekaligus, Tolstoy berpendapat bahwa satu-satunya jalan keluar dari belenggu penjajahan adalah hukum cinta kasih dan penolakan mutlak terhadap kekerasan — bukan revolusi bersenjata. Surat bersejarah ini dilengkapi pendahuluan Mahatma Gandhi, yang menjadikannya salah satu teks peletak dasar gerakan Satyagraha dan perlawanan tanpa kekerasan di seluruh dunia.

Status terjemahan
Buku lain dari penulis ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.