
Chairil Anwar · Indonesia
Puisi Maret 1943 oleh Chairil Anwar (1922-1949), pelopor Angkatan 45.
Belum ada terjemahan. Ajukan permintaan untuk mempercepat jadwal.
Catatan Editor Pagera
Puisi Maret 1943 oleh Chairil Anwar (1922-1949), pelopor Angkatan 45. Dimuat pertama dalam kumpulan Kerikil Tajam dengan judul Semangat, kemudian dimuat ulang dalam Deru Campur Debu dengan judul Aku. Garis terkenal "Aku ini binatang jalang / Dari kumpulannya terbuang" dan "Aku mau hidup seribu tahun lagi" menjadi semboyan generasi proklamasi. Bung Karno mengutip baris terakhir dalam pidato Tahun Berdikari 1965. Bersumber dari Wikisumber kategori DP-ID-lama.
Chairil Anwar · Indonesia
Puisi Maret 1943 oleh Chairil Anwar (1922-1949), pelopor Angkatan 45.
Teks lengkap
Teks asli (Indonesia)
Chairil Anwar, Maret 1943
Dari kumpulan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan yang Putus (Pustaka Rakjat, 1949). Di kumpulan Deru Campur Debu (Pembangunan, 1949), puisi ini diberi judul Aku.
Kalau sampai waktuku
'ku tahu tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu!
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meredang-menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih dan peri.
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi.
Maret 1943
"Salah seorang penyair kita menyatakan 'ingin hidup seribu tahun lagi'. Akupun ingin hidup seribu tahun lagi."
— Soekarno, Tahun Berdikari, pidato kenegaraan, 1965.
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Catatan Editor Pagera
Puisi Maret 1943 oleh Chairil Anwar (1922-1949), pelopor Angkatan 45. Dimuat pertama dalam kumpulan Kerikil Tajam dengan judul Semangat, kemudian dimuat ulang dalam Deru Campur Debu dengan judul Aku. Garis terkenal "Aku ini binatang jalang / Dari kumpulannya terbuang" dan "Aku mau hidup seribu tahun lagi" menjadi semboyan generasi proklamasi. Bung Karno mengutip baris terakhir dalam pidato Tahun Berdikari 1965. Bersumber dari Wikisumber kategori DP-ID-lama.

Status terjemahan
MenungguMasuk untuk meminta terjemahan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.