梶井基次郎
路上
梶井基次郎 · Jepang
"Di Atas Jalan" karya Kajii Motojirō adalah prosa pendek yang lahir dari sebuah pengalaman sederhana: menemukan jalan pintas baru di kawasan trem…
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
"Di Atas Jalan" karya Kajii Motojirō adalah prosa pendek yang lahir dari sebuah pengalaman sederhana: menemukan jalan pintas baru di kawasan trem pinggiran kota Jepang tahun 1925. Ketika menemukan bunga utsugi di sepanjang jalur kereta, mengenang siluet Gunung Fuji di musim dingin, lalu hampir jatuh dari sebuah tebing berlumpur setelah hujan, pengarang menangkap sesuatu yang lebih besar dari sekadar insiden kecil: salah satu wujud kehancuran yang datang dengan tenang, tanpa peringatan. Prosa yang singkat namun bernapas dalam ini memancarkan kepekaan khas Kajii — pengamatan alam yang tajam berpadu dengan pengamatan diri dari jarak yang aneh — dan berakhir dengan dorongan kuat yang tak bisa ditahan: harus menulis.
路上
梶井基次郎 · Jepang
"Di Atas Jalan" karya Kajii Motojirō adalah prosa pendek yang lahir dari sebuah pengalaman sederhana: menemukan jalan pintas baru di kawasan trem…
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Jepang)
自分がその道を見つけたのは卯の花の咲く時分であった。 Eの停留所からでも帰ることができる。しかもM停留所からの距離とさして違わないという発見は大層自分を喜ばせた。変化を喜ぶ心と、も一つは友人の許へ行くのにMからだと大変大廻りになる電車が、Eからだと比較にならないほど近かったからだった。ある日の帰途気まぐれに自分はEで電車を降り、あらましの見当と思う方角へ歩いて見た。しばらく歩いているうちに、なんだか知っているような道へ出て来たわいと思った。気がついてみると、それはいつも自分がMの停留所へ歩いてゆく道へつながって行くところなのであった。小心翼々と言ったようなその瞬間までの自分の歩き振りが非道く滑稽に思えた。そして自分は三度に二度というふうにその道を通るようになった。 Mも終点であったがこのEも終点であった。Eから乗るとTで乗換えをする。そのTへゆくまでがMからだとEからの二倍も三倍もの時間がかかるのであった。電車はEとTとの間を単線で往復している。閑な線で、発車するまでの間を、車掌がその辺の子供と巫山戯ていたり、ポールの向きを変えるのに子供達が引張らせてもらったりなどしている。事故などは
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
"Di Atas Jalan" karya Kajii Motojirō adalah prosa pendek yang lahir dari sebuah pengalaman sederhana: menemukan jalan pintas baru di kawasan trem pinggiran kota Jepang tahun 1925. Ketika menemukan bunga utsugi di sepanjang jalur kereta, mengenang siluet Gunung Fuji di musim dingin, lalu hampir jatuh dari sebuah tebing berlumpur setelah hujan, pengarang menangkap sesuatu yang lebih besar dari sekadar insiden kecil: salah satu wujud kehancuran yang datang dengan tenang, tanpa peringatan. Prosa yang singkat namun bernapas dalam ini memancarkan kepekaan khas Kajii — pengamatan alam yang tajam berpadu dengan pengamatan diri dari jarak yang aneh — dan berakhir dengan dorongan kuat yang tak bisa ditahan: harus menulis.
梶井基次郎
Status terjemahan
Buku lain dari penulis ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.