
運命は切り開くもの
幸田露伴 · Jepang
Esai-ceramah klasik Kōda Rohan (1867–1947) tentang takdir dan kehendak bebas, disampaikan dengan suara tenang seorang sarjana Konfusianisme Meiji-Taisho.
Menampilkan terjemahan Korea saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Esai-ceramah klasik Kōda Rohan (1867–1947) tentang takdir dan kehendak bebas, disampaikan dengan suara tenang seorang sarjana Konfusianisme Meiji-Taisho. Setengah hidup kita memang sudah digariskan oleh kelahiran, wajah, dan zaman; tetapi setengah lainnya tetap berada di tangan kita, dapat ditempa lewat pendirian hati dan tindakan. Dengan sitiran Sima Yi, Wang Chong, Xunzi, Laozi, Konfusius, dan Alkibiades, Rohan menyatukan tradisi Tionghoa-Yunani ke dalam pesan yang akrab di telinga pembaca Indonesia: takdir (qadar) dan ikhtiar berjalan beriringan.
運命は切り開くもの
幸田露伴 · Jepang
Esai-ceramah klasik Kōda Rohan (1867–1947) tentang takdir dan kehendak bebas, disampaikan dengan suara tenang seorang sarjana Konfusianisme Meiji-Taisho.
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Jepang)
運命は切り開くもの 幸田露伴 此処に赤ン坊が生れたと仮定します。其の赤ン坊が華族の家の何不足無いところに生れたとします。然する時は此の赤ン坊は自然に比較的幸福であります。又食ふや食はずの貧乏の家で、父たる者は何処かへ漂浪して終つて居るやうな場合の時、たゞ一人の淋しい生活をして居る婦人から生れたと致します。然る時はこの赤ン坊は自然に比較的不幸福であります。善事をした訳でも悪事をしたわけでも無くて、貴家に生れると窮乏の家に生れるとで其の赤ン坊の運命は大なる差があります。この大なる差を赤ン坊のせゐにするのは不道理でして、これは前定的運命を其赤ン坊が負うて居るのです。また同じ赤ン坊でも器量良く生れるのも、器量悪く生れるのもあります。誰も美しく生れたいと思つて生れたものも無く、醜く生れたいと思つたものも無い、天然自然に親にあやかり、又は先祖にあやかり、他の者にあやかつて生れるだけの事ですが、美しく生れたものは其の美しく生れたために、醜く生れたものとは自然に異つた運命を有する訳になります。ですから是は運命前定にちがひ有りません。 鄭伯のやうに生れ方が普通で無かつたために、奇妙な運命に絡まれた人もあ
Terjemahan Korea (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Esai-ceramah klasik Kōda Rohan (1867–1947) tentang takdir dan kehendak bebas, disampaikan dengan suara tenang seorang sarjana Konfusianisme Meiji-Taisho. Setengah hidup kita memang sudah digariskan oleh kelahiran, wajah, dan zaman; tetapi setengah lainnya tetap berada di tangan kita, dapat ditempa lewat pendirian hati dan tindakan. Dengan sitiran Sima Yi, Wang Chong, Xunzi, Laozi, Konfusius, dan Alkibiades, Rohan menyatukan tradisi Tionghoa-Yunani ke dalam pesan yang akrab di telinga pembaca Indonesia: takdir (qadar) dan ikhtiar berjalan beriringan.

Status terjemahan
Buku lain dari penulis ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.