
永井荷風 · Jepang
Musim gugur 1917, di tengah hujan yang lembut, Nagai Kafu mengagumi kaligrafi mendiang ayahnya, mengamati daun maple dan bulbul di taman, lalu…
Menampilkan terjemahan Korea saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Musim gugur 1917, di tengah hujan yang lembut, Nagai Kafu mengagumi kaligrafi mendiang ayahnya, mengamati daun maple dan bulbul di taman, lalu merencanakan kritik sastra setelah membaca esai 'Daun Rontok' karya Susukida Kyukin. Awal sebuah buku harian legendaris. Baca gratis di Pagera.
永井荷風 · Jepang
Musim gugur 1917, di tengah hujan yang lembut, Nagai Kafu mengagumi kaligrafi mendiang ayahnya, mengamati daun maple dan bulbul di taman, lalu…
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Jepang)
秋雨連日さながら梅雨の如し。夜壁上の書幅を挂け替ふ。 碧樹如レ烟覆二晩波一。清秋無レ尽客重過。故園今即如二烟樹一。鴻雁不レ来風雨多。姜逢元 等閑二世事一任二浮一。万古滄桑眼底収。偶□心期帰図画。□□蘆荻一群鴎。王一亭 先考所蔵の畫幅の中一亭王震が蘆雁の図は余の愛玩して措かざるものなり。 ◯
Terjemahan Korea (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Musim gugur 1917, di tengah hujan yang lembut, Nagai Kafu mengagumi kaligrafi mendiang ayahnya, mengamati daun maple dan bulbul di taman, lalu merencanakan kritik sastra setelah membaca esai 'Daun Rontok' karya Susukida Kyukin. Awal sebuah buku harian legendaris. Baca gratis di Pagera.

Status terjemahan
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.