
No Ja-yong · Korea
Esai pendek No Ja-yong (1898~1940). Lima paragraf satu napas tentang langit biru "Cheonggong (靑空)" yang menghibur diri setelah hujan musim semi reda.…
Belum ada terjemahan. Ajukan permintaan untuk mempercepat jadwal.
Catatan Editor Pagera
Esai pendek No Ja-yong (1898~1940). Lima paragraf satu napas tentang langit biru "Cheonggong (靑空)" yang menghibur diri setelah hujan musim semi reda. Dimulai dengan kutipan cerpen "Cheonggong" karya penyair Austria Meranthithe, yang mengisahkan wasiat seorang ayah kepada putrinya: "Pandanglah selalu langit biru." Penutupnya: "Hati ini pun ingin memiliki keahlian indah seperti bintang dan kemampuan seperti bulan dan awan, tetapi bagaimana mungkin kuharapkan itu?" Satu intisari esai pengamatan diri Korea tahun 1930-an.
No Ja-yong · Korea
Esai pendek No Ja-yong (1898~1940). Lima paragraf satu napas tentang langit biru "Cheonggong (靑空)" yang menghibur diri setelah hujan musim semi reda.…
Catatan Editor Pagera
Esai pendek No Ja-yong (1898~1940). Lima paragraf satu napas tentang langit biru "Cheonggong (靑空)" yang menghibur diri setelah hujan musim semi reda. Dimulai dengan kutipan cerpen "Cheonggong" karya penyair Austria Meranthithe, yang mengisahkan wasiat seorang ayah kepada putrinya: "Pandanglah selalu langit biru." Penutupnya: "Hati ini pun ingin memiliki keahlian indah seperti bintang dan kemampuan seperti bulan dan awan, tetapi bagaimana mungkin kuharapkan itu?" Satu intisari esai pengamatan diri Korea tahun 1930-an.
Kata-kata yang paling sering muncul di Bab 1. Lihat sekilas sebelum membaca akan membantu memahami alur teks. (Tanpa kata henti)

Status terjemahan
MenungguMasuk untuk meminta terjemahan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.