徳田秋声
女流作家
徳田秋声 · Jepang
Tokyo, akhir musim semi 1927. Komori, seorang kritikus sastra paruh baya, hidup bersama Eiko, penulis wanita muda yang sedang naik daun. Suatu malam…
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Tokyo, akhir musim semi 1927. Komori, seorang kritikus sastra paruh baya, hidup bersama Eiko, penulis wanita muda yang sedang naik daun. Suatu malam mereka diajak menonton film 「Lima Wanita di Sekelilingnya」, dan dalam perjalanan pulang percakapan bergeser ke sosok yang lama tak disebut: Nyonya T, sastrawan wanita generasi sebelumnya yang sekarang merantau jauh ke Amerika dalam kemiskinan. Tokuda Shūsei, salah satu dari empat tokoh naturalisme Jepang, melukis dunia sastra Tokyo zaman Taishō-Shōwa awal—antara bioskop pertama, rambut bob ala modan gāru, dan jejak penulis-penulis wanita yang nyaris terlupakan—dengan mata observatoris yang tenang. Cerita pendek 1927 di majalah Shinchō yang menjadi salah satu dokumen paling intim tentang kalangan sastra Tokyo modern.
女流作家
徳田秋声 · Jepang
Tokyo, akhir musim semi 1927. Komori, seorang kritikus sastra paruh baya, hidup bersama Eiko, penulis wanita muda yang sedang naik daun. Suatu malam…
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Jepang)
昨夜同伴が二人できて、栄子は或る日本ものゝ映画の試写を見に行きに、小森をも誘つた。その招待券の小森へも来たのは、つひ二三日前のことで、彼は栄子が工合のわるい体を悲観してゐるので、仕事が一つ片づいたところで、何うせ詰らないとは知りながら、舞踊好きな彼女を観劇に誘つて、それだけでも見ようとおもつて家を出たのであつたが、その間ぎわに其招待券を手にしたのであつた。 悦んで仕度をして栄子は下宿へ帰つて行つた。そして二人一緒に出たのであつた。 「活動の招待券が来てゐた。」小森は途中その話をした。 「どこ?」 「××会館。『彼をめぐる五人の女』とかていふんだよ。好いの。」小森は彼女にきいた。 「見たい! 五人の女優が出るのよ。前触が大変なの。」 栄子は有名なその五人の女優の噂などして、小森に聞かせた。その時にかぎらず、小森は栄子から映画女優の話を、折にふれては聴かされてゐたが、中でも教養のあるY・Oのこととなると、話手にも興味があるとみえて、熱心に語るので、小森も一度見たいやうな気がしてゐた。 「ぢや一度見てみよう。」 その夜の観劇も失望に了つた。 「勉強するわ。勉強しませうね。何処へ行つたつて、何
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Tokyo, akhir musim semi 1927. Komori, seorang kritikus sastra paruh baya, hidup bersama Eiko, penulis wanita muda yang sedang naik daun. Suatu malam mereka diajak menonton film 「Lima Wanita di Sekelilingnya」, dan dalam perjalanan pulang percakapan bergeser ke sosok yang lama tak disebut: Nyonya T, sastrawan wanita generasi sebelumnya yang sekarang merantau jauh ke Amerika dalam kemiskinan. Tokuda Shūsei, salah satu dari empat tokoh naturalisme Jepang, melukis dunia sastra Tokyo zaman Taishō-Shōwa awal—antara bioskop pertama, rambut bob ala modan gāru, dan jejak penulis-penulis wanita yang nyaris terlupakan—dengan mata observatoris yang tenang. Cerita pendek 1927 di majalah Shinchō yang menjadi salah satu dokumen paling intim tentang kalangan sastra Tokyo modern.
徳田秋声
Status terjemahan
Buku lain dari penulis ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.