太宰治
やんぬる哉
太宰治 · Jepang
Sketsa satir autobiografis Dazai Osamu dari masa pengungsiannya di Tsugaru di tengah perang, ketika sang penulis diundang oleh seorang dokter — mantan…
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Sketsa satir autobiografis Dazai Osamu dari masa pengungsiannya di Tsugaru di tengah perang, ketika sang penulis diundang oleh seorang dokter — mantan teman sekolah yang sombong — untuk sore yang penuh sider apel jatah ransum, kabayaki ikan lele ala belut, dan monolog menggebu tentang 'kreativitas dan akal' sang istri dalam mengatasi kelangkaan masa perang. Terjebak di beranda lantai dua dengan ochoko sebesar bidal dan kuliah panjang tentang kecerdasan ibu rumah tangga, Dazai dalam hati merindukan kedai yakitori di Ogikubo dan segelas wisuke murahan, di mana setidaknya ia bisa memaki segenap snob dunia dengan keras. Ending satu kalimat termasyhur — seorang istri terhuyung pulang dengan tiga buah labu di punggungnya, dimahkotai seruan klasik dari bahasa Tionghoa 'Yannuru kana!' (Ah, sudah tidak bisa diapa-apakan!) — mengubah sosok istri ideal sang dokter menjadi ikon penjual ikan dari segenap hal yang telah dimurahkan oleh perang.
やんぬる哉
太宰治 · Jepang
Sketsa satir autobiografis Dazai Osamu dari masa pengungsiannya di Tsugaru di tengah perang, ketika sang penulis diundang oleh seorang dokter — mantan…
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Jepang)
やんぬる哉 太宰治 こちら(津軽)へ来てから、昔の、小学校時代の友人が、ちょいちょい訪ねて来てくれる。私は小学校時代には、同級生たちの間でいささか勢威を逞しゅうしていたところがあったようで、「何せ昔の親分だから」なんて、笑いながら言う町会議員などもある。同級生たちはもうみんな分別くさい顔の親父になって、町会議員やらお百姓さんやら校長先生やらになりすまし、どうやら一財産こしらえた者みたいに落ちつき払っている。しかし、だんだん話合ってみると、私の同級生は、たいてい大酒飲みで、おまけに女好きという事がわかり、互に呆れ、大笑いであった。 小学校時代の友人とは、共に酒を飲んでも楽しいが、中学校時代の友人とは逢って話しても妙に窮屈だ。相手が、いやに気取っている。私を警戒しているようにさえ見える。そんなら何も私なんかと逢ってくれなくてもよさそうなものだが、この町の知識人としての一応の仁義と心得ているのか、わざわざ私に会見を申込む。 ついせんだっても、この町の病院に勤めている一医師から電話が掛って来て、今晩粗飯を呈したいから遊びに来いとの事であった。この医師は、私と中学校の同級生であったと、かねがね私
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Sketsa satir autobiografis Dazai Osamu dari masa pengungsiannya di Tsugaru di tengah perang, ketika sang penulis diundang oleh seorang dokter — mantan teman sekolah yang sombong — untuk sore yang penuh sider apel jatah ransum, kabayaki ikan lele ala belut, dan monolog menggebu tentang 'kreativitas dan akal' sang istri dalam mengatasi kelangkaan masa perang. Terjebak di beranda lantai dua dengan ochoko sebesar bidal dan kuliah panjang tentang kecerdasan ibu rumah tangga, Dazai dalam hati merindukan kedai yakitori di Ogikubo dan segelas wisuke murahan, di mana setidaknya ia bisa memaki segenap snob dunia dengan keras. Ending satu kalimat termasyhur — seorang istri terhuyung pulang dengan tiga buah labu di punggungnya, dimahkotai seruan klasik dari bahasa Tionghoa 'Yannuru kana!' (Ah, sudah tidak bisa diapa-apakan!) — mengubah sosok istri ideal sang dokter menjadi ikon penjual ikan dari segenap hal yang telah dimurahkan oleh perang.
太宰治
Status terjemahan
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.