Vol. 3June 2026

忘れえぬ人々

国木田独歩

Pagera
BHS

Orang-Orang yang Tak Terlupakan

忘れえぬ人々

国木田独歩 · Jepang

Suatu malam berangin di awal musim semi 1898, di penginapan Kameya di Mizoguchi—sebuah kota persinggahan di pinggiran Tokyo—dua pengelana asing bertemu secara kebetulan.

Baca dalam Indonesia

Menampilkan terjemahan Indonesia saja.

Baca dengan teks asli (Jepang ↔ Indonesia)

Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.

Baca teks asli (Jepang)

Baca teks sumber tanpa terjemahan.

Minta bahasa lain

Catatan Editor Pagera

Suatu malam berangin di awal musim semi 1898, di penginapan Kameya di Mizoguchi—sebuah kota persinggahan di pinggiran Tokyo—dua pengelana asing bertemu secara kebetulan. Ōtsu, seorang sastrawan muda yang belum dikenal, dan Akiyama, seorang pelukis pengembara, menjemput hujan dengan duduk berdua di kamar yang sama, lalu menumpangkan rasa hangat itu pada beberapa cawan sake. Ketika malam semakin larut, Ōtsu membuka sebuah naskah yang selalu dibawanya—naskahnya berjudul Orang-Orang yang Tak Akan Kulupa—dan mulai membacakannya kepada teman sekamar yang baru saja dijumpainya itu. Naskah itu bukan tentang orang tua, guru, atau sahabat—orang-orang yang memang seharusnya tak boleh dilupakan—melainkan tentang sosok-sosok yang hanya dilewati sekilas dalam perjalanan: seorang lelaki yang memungut kerang di pantai sebuah pulau kecil di Laut Setouchi, seorang biarawan biwa yang menyanyikan keluh kesah di pasar pagi Mitajiri yang sibuk, beberapa nama yang tinggal sebagai bayangan—buruh tambang Utashinai, nelayan muda Teluk Dalian, tukang perahu Sungai Banjō. Mereka adalah orang-orang yang tak dikenal Ōtsu, yang tak akan pernah ia jumpai lagi, namun yang—justru karena itulah—muncul kembali ke dalam batinnya pada malam-malam ketika ia merasa sendirian di dunia. Dua tahun kemudian, Ōtsu tinggal di sebuah daerah Tōhoku, dan pada satu malam hujan yang menyerupai malam di Mizoguchi, ia membuka naskahnya kembali—dan nama terakhir yang ditambahkannya, tertulis di halaman paling belakang, adalah—bukan Akiyama. Karya debutan naturalisme Kunikida Doppo (1871~1908) ini menyajikan struktur kerangka kisah dalam kisah yang menjadi cetakan awal sastra Jepang modern, dan dengan kepekaan estetika yang mengingatkan pada Wordsworth, merenungkan paradoks ingatan: bahwa yang paling dalam membekas justru bukan yang paling dekat.

Penulis

国木田独歩

Kunikida Doppo (国木田独歩, 1871~1908) adalah salah satu pendiri naturalisme Jepang dan tokoh kunci sastra Meiji. Lahir di Chōshi, Prefektur Chiba, ia menempuh pendidikan di Universitas Khusus Tokyo (kelak Waseda), bekerja sebagai wartawan, lalu sempat mengajar di Saiki, Ōita, sebelum mengalihkan tenaga penuh pada kepenulisan. Ia banyak dipengaruhi William Wordsworth dan Thomas Carlyle, serta sempat memeluk Kekristenan—pengaruh yang terbaca pada kepekaannya terhadap individu kecil dan alam yang sunyi. Karya-karyanya seperti 「忘れえぬ人々」(Orang-Orang yang Tak Terlupakan, 1898), 「武蔵野」(Padang Musashino, 1898), 「春の鳥」(Burung Musim Semi, 1904), 「窮死」(Mati Kelaparan, 1907) menjadi cetakan awal naturalisme Jepang. Bersama Tayama Katai, Shimazaki Tōson, Tokuda Shūsei, dan Futabatei Shimei, Doppo membentuk lima pilar naturalisme Meiji. Ia wafat muda akibat tuberkulosis pada usia 36 tahun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.

Baca gratis

Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.

Daftar gratis →