国木田独歩
忘れえぬ人々
国木田独歩 · Jepang
Suatu malam berangin di awal musim semi 1898, di penginapan Kameya di Mizoguchi—sebuah kota persinggahan di pinggiran Tokyo—dua pengelana asing bertemu secara kebetulan.
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Suatu malam berangin di awal musim semi 1898, di penginapan Kameya di Mizoguchi—sebuah kota persinggahan di pinggiran Tokyo—dua pengelana asing bertemu secara kebetulan. Ōtsu, seorang sastrawan muda yang belum dikenal, dan Akiyama, seorang pelukis pengembara, menjemput hujan dengan duduk berdua di kamar yang sama, lalu menumpangkan rasa hangat itu pada beberapa cawan sake. Ketika malam semakin larut, Ōtsu membuka sebuah naskah yang selalu dibawanya—naskahnya berjudul Orang-Orang yang Tak Akan Kulupa—dan mulai membacakannya kepada teman sekamar yang baru saja dijumpainya itu. Naskah itu bukan tentang orang tua, guru, atau sahabat—orang-orang yang memang seharusnya tak boleh dilupakan—melainkan tentang sosok-sosok yang hanya dilewati sekilas dalam perjalanan: seorang lelaki yang memungut kerang di pantai sebuah pulau kecil di Laut Setouchi, seorang biarawan biwa yang menyanyikan keluh kesah di pasar pagi Mitajiri yang sibuk, beberapa nama yang tinggal sebagai bayangan—buruh tambang Utashinai, nelayan muda Teluk Dalian, tukang perahu Sungai Banjō. Mereka adalah orang-orang yang tak dikenal Ōtsu, yang tak akan pernah ia jumpai lagi, namun yang—justru karena itulah—muncul kembali ke dalam batinnya pada malam-malam ketika ia merasa sendirian di dunia. Dua tahun kemudian, Ōtsu tinggal di sebuah daerah Tōhoku, dan pada satu malam hujan yang menyerupai malam di Mizoguchi, ia membuka naskahnya kembali—dan nama terakhir yang ditambahkannya, tertulis di halaman paling belakang, adalah—bukan Akiyama. Karya debutan naturalisme Kunikida Doppo (1871~1908) ini menyajikan struktur kerangka kisah dalam kisah yang menjadi cetakan awal sastra Jepang modern, dan dengan kepekaan estetika yang mengingatkan pada Wordsworth, merenungkan paradoks ingatan: bahwa yang paling dalam membekas justru bukan yang paling dekat.
Penulis
国木田独歩
Kunikida Doppo (国木田独歩, 1871~1908) adalah salah satu pendiri naturalisme Jepang dan tokoh kunci sastra Meiji. Lahir di Chōshi, Prefektur Chiba, ia menempuh pendidikan di Universitas Khusus Tokyo (kelak Waseda), bekerja sebagai wartawan, lalu sempat mengajar di Saiki, Ōita, sebelum mengalihkan tenaga penuh pada kepenulisan. Ia banyak dipengaruhi William Wordsworth dan Thomas Carlyle, serta sempat memeluk Kekristenan—pengaruh yang terbaca pada kepekaannya terhadap individu kecil dan alam yang sunyi. Karya-karyanya seperti 「忘れえぬ人々」(Orang-Orang yang Tak Terlupakan, 1898), 「武蔵野」(Padang Musashino, 1898), 「春の鳥」(Burung Musim Semi, 1904), 「窮死」(Mati Kelaparan, 1907) menjadi cetakan awal naturalisme Jepang. Bersama Tayama Katai, Shimazaki Tōson, Tokuda Shūsei, dan Futabatei Shimei, Doppo membentuk lima pilar naturalisme Meiji. Ia wafat muda akibat tuberkulosis pada usia 36 tahun.
忘れえぬ人々
国木田独歩 · Jepang
Suatu malam berangin di awal musim semi 1898, di penginapan Kameya di Mizoguchi—sebuah kota persinggahan di pinggiran Tokyo—dua pengelana asing bertemu secara kebetulan.
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Jepang)
忘れえぬ人々 国木田独歩 多摩川の二子の渡しをわたって少しばかり行くと溝口という宿場がある。その中ほどに亀屋という旅人宿がある。ちょうど三月の初めのころであった、この日は大空かき曇り北風強く吹いて、さなきだにさびしいこの町が一段と物さびしい陰鬱な寒そうな光景を呈していた。昨日降った雪がまだ残っていて高低定まらぬ茅屋根の南の軒先からは雨滴が風に吹かれて舞うて落ちている。草鞋の足痕にたまった泥水にすら寒そうな漣が立っている。日が暮れると間もなく大概の店は戸を閉めてしまった。闇い一筋町がひっそりとしてしまった。旅人宿だけに亀屋の店の障子には燈火が明く射していたが、今宵は客もあまりないと見えて内もひっそりとして、おりおり雁頸の太そうな煙管で火鉢の縁をたたく音がするばかりである。 突然に障子をあけて一人の男がのっそり入ッて来た。長火鉢に寄っかかッて胸算用に余念もなかった主人が驚いてこちらを向く暇もなく、広い土間を三歩ばかりに大股に歩いて、主人の鼻先に突ったッた男は年ごろ三十にはまだ二ツ三ツ足らざるべく、洋服、脚絆、草鞋の旅装で鳥打ち帽をかぶり、右の手に蝙蝠傘を携え、左に小さな革包を持ってそれをわ
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Suatu malam berangin di awal musim semi 1898, di penginapan Kameya di Mizoguchi—sebuah kota persinggahan di pinggiran Tokyo—dua pengelana asing bertemu secara kebetulan. Ōtsu, seorang sastrawan muda yang belum dikenal, dan Akiyama, seorang pelukis pengembara, menjemput hujan dengan duduk berdua di kamar yang sama, lalu menumpangkan rasa hangat itu pada beberapa cawan sake. Ketika malam semakin larut, Ōtsu membuka sebuah naskah yang selalu dibawanya—naskahnya berjudul Orang-Orang yang Tak Akan Kulupa—dan mulai membacakannya kepada teman sekamar yang baru saja dijumpainya itu. Naskah itu bukan tentang orang tua, guru, atau sahabat—orang-orang yang memang seharusnya tak boleh dilupakan—melainkan tentang sosok-sosok yang hanya dilewati sekilas dalam perjalanan: seorang lelaki yang memungut kerang di pantai sebuah pulau kecil di Laut Setouchi, seorang biarawan biwa yang menyanyikan keluh kesah di pasar pagi Mitajiri yang sibuk, beberapa nama yang tinggal sebagai bayangan—buruh tambang Utashinai, nelayan muda Teluk Dalian, tukang perahu Sungai Banjō. Mereka adalah orang-orang yang tak dikenal Ōtsu, yang tak akan pernah ia jumpai lagi, namun yang—justru karena itulah—muncul kembali ke dalam batinnya pada malam-malam ketika ia merasa sendirian di dunia. Dua tahun kemudian, Ōtsu tinggal di sebuah daerah Tōhoku, dan pada satu malam hujan yang menyerupai malam di Mizoguchi, ia membuka naskahnya kembali—dan nama terakhir yang ditambahkannya, tertulis di halaman paling belakang, adalah—bukan Akiyama. Karya debutan naturalisme Kunikida Doppo (1871~1908) ini menyajikan struktur kerangka kisah dalam kisah yang menjadi cetakan awal sastra Jepang modern, dan dengan kepekaan estetika yang mengingatkan pada Wordsworth, merenungkan paradoks ingatan: bahwa yang paling dalam membekas justru bukan yang paling dekat.
Penulis
Kunikida Doppo (国木田独歩, 1871~1908) adalah salah satu pendiri naturalisme Jepang dan tokoh kunci sastra Meiji. Lahir di Chōshi, Prefektur Chiba, ia menempuh pendidikan di Universitas Khusus Tokyo (kelak Waseda), bekerja sebagai wartawan, lalu sempat mengajar di Saiki, Ōita, sebelum mengalihkan tenaga penuh pada kepenulisan. Ia banyak dipengaruhi William Wordsworth dan Thomas Carlyle, serta sempat memeluk Kekristenan—pengaruh yang terbaca pada kepekaannya terhadap individu kecil dan alam yang sunyi. Karya-karyanya seperti 「忘れえぬ人々」(Orang-Orang yang Tak Terlupakan, 1898), 「武蔵野」(Padang Musashino, 1898), 「春の鳥」(Burung Musim Semi, 1904), 「窮死」(Mati Kelaparan, 1907) menjadi cetakan awal naturalisme Jepang. Bersama Tayama Katai, Shimazaki Tōson, Tokuda Shūsei, dan Futabatei Shimei, Doppo membentuk lima pilar naturalisme Meiji. Ia wafat muda akibat tuberkulosis pada usia 36 tahun.
国木田独歩
Status terjemahan
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.