
The Village Uncle (From "Twice Told Tales")
Nathaniel Hawthorne · Inggris
Lamunan liris Nathaniel Hawthorne dari Twice-Told Tales (1837).
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Lamunan liris Nathaniel Hawthorne dari Twice-Told Tales (1837). Pada malam Thanksgiving di samping perapian yang membara, seorang lelaki tua merajut hidup khayalan — membayangkan dirinya sebagai nelayan New England bersama istri tersayang Susan dan anak-anaknya yang berkumpul di sekelilingnya. Ia mengenang pertemuan pertama di jembatan kayu King's Beach, aroma garam perahu dory yang pulang senja, ikan cod dan halibut yang diseret ke pantai, kisah-kisah panjang Paman Parker si pelaut tua, dan pondok dengan gerbang Gotik dari tulang rahang paus. Tetapi saat api memudar, sosok-sosok itu lenyap, dan si penyendiri penulis muncul kembali dari mimpi. Hawthorne menutup dengan moral khasnya yang tenang: kasih sayang yang suci, harapan yang sederhana, dan kerja jujur — bukan khayalan yang dirajut mimpi — yang menjaga damai di hati.
The Village Uncle (From "Twice Told Tales")
Nathaniel Hawthorne · Inggris
Lamunan liris Nathaniel Hawthorne dari Twice-Told Tales (1837).
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Inggris)
TWICE TOLD TALES THE VILLAGE UNCLE AN IMAGINARY RETROSPECT By Nathaniel Hawthorne Come! another log upon the hearth. True, our little parlor is comfortable, especially here, where the old man sits in his old arm-chair; but on Thanksgiving night the blaze should dance high up the chimney, and send a shower of sparks into the outer darkness. Toss on an armful of those dry oak chips, the last relics of the Mermaid's knee-
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Lamunan liris Nathaniel Hawthorne dari Twice-Told Tales (1837). Pada malam Thanksgiving di samping perapian yang membara, seorang lelaki tua merajut hidup khayalan — membayangkan dirinya sebagai nelayan New England bersama istri tersayang Susan dan anak-anaknya yang berkumpul di sekelilingnya. Ia mengenang pertemuan pertama di jembatan kayu King's Beach, aroma garam perahu dory yang pulang senja, ikan cod dan halibut yang diseret ke pantai, kisah-kisah panjang Paman Parker si pelaut tua, dan pondok dengan gerbang Gotik dari tulang rahang paus. Tetapi saat api memudar, sosok-sosok itu lenyap, dan si penyendiri penulis muncul kembali dari mimpi. Hawthorne menutup dengan moral khasnya yang tenang: kasih sayang yang suci, harapan yang sederhana, dan kerja jujur — bukan khayalan yang dirajut mimpi — yang menjaga damai di hati.

Status terjemahan
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.