Futabatei Shimei
予が半生の懺悔
Futabatei Shimei · Jepang
Pengakuan diri sastrawan Jepang Futabatei Shimei (1864-1909), pelopor sastra prosa modern Jepang dan penerjemah karya Turgenev.
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Pengakuan diri sastrawan Jepang Futabatei Shimei (1864-1909), pelopor sastra prosa modern Jepang dan penerjemah karya Turgenev. Ditulis pada Juni 1908—setahun sebelum kematiannya—esai otobiografi ini menelusuri pasang surut pemikirannya: dari imperialisme muda akibat Insiden Sakhalin-Kuril, kegandrungan pada sastra Rusia (Turgenev, Belinsky, Goncharov, Dostoyevsky), pengaruh Konfusianisme tentang "Jujur" (shōjiki), kelahiran novel Ukigumo dan asal-usul nama pena "Futabatei Shimei" yang berarti "Mampuslah kau!", hingga ke pencariannya pada psikologi dan kedokteran demi memupuk watak "Jin" (kebajikan). Inilah dokumen langka tentang jiwa pendiri sastra modern Jepang.
予が半生の懺悔
Futabatei Shimei · Jepang
Pengakuan diri sastrawan Jepang Futabatei Shimei (1864-1909), pelopor sastra prosa modern Jepang dan penerjemah karya Turgenev.
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Jepang)
予が半生の懺悔 二葉亭四迷 私の文学上の経歴――なんていっても、別に光彩のあることもないから、話すんなら、寧そ私の昔からの思想の変遷とでもいうことにしよう。いわば、半生の懺悔談だね……いや、この方が罪滅しになって結句いいかも知れん。 そこでと、第一になぜ私が文学好きなぞになったかという問題だが、それには先ずロシア語を学んだいわれから話さねばならぬ。それはこうだ――何でも露国との間に、かの樺太千島交換事件という奴が起って、だいぶ世間がやかましくなってから後、『内外交際新誌』なんてのでは、盛んに敵愾心を鼓吹する。従って世間の輿論は沸騰するという時代があった。すると、私がずっと子供の時分からもっていた思想の傾向――維新の志士肌ともいうべき傾向が、頭を擡げ出して来て、即ち、慷慨憂国というような輿論と、私のそんな思想とがぶつかり合って、其の結果、将来日本の深憂大患となるのはロシアに極ってる。こいつ今の間にどうにか禦いで置かなきゃいかんわい……それにはロシア語が一番に必要だ。と、まあ、こんな考からして外国語学校の露語科に入学することとなった。 で、文学物を見るようになったのは、語学校へ入って、右の
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Pengakuan diri sastrawan Jepang Futabatei Shimei (1864-1909), pelopor sastra prosa modern Jepang dan penerjemah karya Turgenev. Ditulis pada Juni 1908—setahun sebelum kematiannya—esai otobiografi ini menelusuri pasang surut pemikirannya: dari imperialisme muda akibat Insiden Sakhalin-Kuril, kegandrungan pada sastra Rusia (Turgenev, Belinsky, Goncharov, Dostoyevsky), pengaruh Konfusianisme tentang "Jujur" (shōjiki), kelahiran novel Ukigumo dan asal-usul nama pena "Futabatei Shimei" yang berarti "Mampuslah kau!", hingga ke pencariannya pada psikologi dan kedokteran demi memupuk watak "Jin" (kebajikan). Inilah dokumen langka tentang jiwa pendiri sastra modern Jepang.
Futabatei Shimei
Status terjemahan
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.