
The Masque of the Red Death
Edgar Allan Poe · Inggris
Cerpen Gotik-alegoris mahakarya Edgar Allan Poe (1842) yang mengisahkan Pangeran Prospero, penguasa sombong yang mencoba lari dari wabah pes "Maut…
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Cerpen Gotik-alegoris mahakarya Edgar Allan Poe (1842) yang mengisahkan Pangeran Prospero, penguasa sombong yang mencoba lari dari wabah pes "Maut Merah" dengan menutup diri bersama seribu sahabat di sebuah abbey berbenteng. Di balik tembok yang dilas mati itu, ia menggelar pesta topeng paling megah di tujuh apartemen yang masing-masing dihias warna berbeda — biru, ungu, hijau, jingga, putih, lembayung, dan terakhir hitam dengan kaca jendela merah darah. Di apartemen barat berdiri jam raksasa kayu eboni yang setiap dentangnya menghentikan musik dan tarian, memaksa para perevel sejenak menatap waktu yang terus melaju. Pada tengah malam, sebuah sosok asing muncul di antara para penyamar — berbalut kafan berlumuran darah, mengenakan topeng wajah mayat, menyamar sebagai Maut Merah sendiri. Dengan prosa puitis-liturgis, alegori chromatic-spatial yang ikonis, dan ritme apokaliptik penutup "Dan ... Dan ... Dan ...", Poe melahirkan salah satu studi paling brilian tentang ketakberanian manusia di hadapan kematian universal.
Penulis
Edgar Allan Poe
에드거 앨런 포(1809-1849)는 미국의 작가이자 시인, 비평가입니다. 공포, 미스터리, 고딕 소설 분야에서 뛰어난 작품들을 남겼으며, 대표작으로는 「어셔가의 몰락」, 「아몬틸라도 술통」 등이 있습니다. 그의 작품은 현대 문학에 큰 영향을 미쳤으며, 특히 추리 소설의 발전에 기여했습니다.
The Masque of the Red Death
Edgar Allan Poe · Inggris
Cerpen Gotik-alegoris mahakarya Edgar Allan Poe (1842) yang mengisahkan Pangeran Prospero, penguasa sombong yang mencoba lari dari wabah pes "Maut…
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Inggris)
The Masque of the Red Death by Edgar Allan Poe The “Red Death” had long devastated the country. No pestilence had ever been so fatal, or so hideous. Blood was its Avatar and its seal—the redness and the horror of blood. There were sharp pains, and sudden dizziness, and then profuse bleeding at the pores, with dissolution. The scarlet stains upon the body and especially upon the face of the victim, were the pest ban which shut him out from the aid and from the sympathy of his fellow-
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Cerpen Gotik-alegoris mahakarya Edgar Allan Poe (1842) yang mengisahkan Pangeran Prospero, penguasa sombong yang mencoba lari dari wabah pes "Maut Merah" dengan menutup diri bersama seribu sahabat di sebuah abbey berbenteng. Di balik tembok yang dilas mati itu, ia menggelar pesta topeng paling megah di tujuh apartemen yang masing-masing dihias warna berbeda — biru, ungu, hijau, jingga, putih, lembayung, dan terakhir hitam dengan kaca jendela merah darah. Di apartemen barat berdiri jam raksasa kayu eboni yang setiap dentangnya menghentikan musik dan tarian, memaksa para perevel sejenak menatap waktu yang terus melaju. Pada tengah malam, sebuah sosok asing muncul di antara para penyamar — berbalut kafan berlumuran darah, mengenakan topeng wajah mayat, menyamar sebagai Maut Merah sendiri. Dengan prosa puitis-liturgis, alegori chromatic-spatial yang ikonis, dan ritme apokaliptik penutup "Dan ... Dan ... Dan ...", Poe melahirkan salah satu studi paling brilian tentang ketakberanian manusia di hadapan kematian universal.
Penulis
에드거 앨런 포(1809-1849)는 미국의 작가이자 시인, 비평가입니다. 공포, 미스터리, 고딕 소설 분야에서 뛰어난 작품들을 남겼으며, 대표작으로는 「어셔가의 몰락」, 「아몬틸라도 술통」 등이 있습니다. 그의 작품은 현대 문학에 큰 영향을 미쳤으며, 특히 추리 소설의 발전에 기여했습니다.

Status terjemahan
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.