Vol. 3June 2026

章魚木の下で

中島敦

Pagera
BHS

Di Bawah Pohon Pandanus

章魚木の下で

中島敦 · Jepang

Nakajima Atsushi menulis esai ini tak lama setelah kembali dari Kepulauan Selatan (Nan'yō Guntō) ke Tokyo pada 1942, setahun sebelum ia wafat.

Baca dalam Indonesia

Menampilkan terjemahan Indonesia saja.

Baca dengan teks asli (Jepang ↔ Indonesia)

Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.

Baca teks asli (Jepang)

Baca teks sumber tanpa terjemahan.

Minta bahasa lain

Catatan Editor Pagera

Nakajima Atsushi menulis esai ini tak lama setelah kembali dari Kepulauan Selatan (Nan'yō Guntō) ke Tokyo pada 1942, setahun sebelum ia wafat. Di bawah bayang-bayang Pohon Pandanus yang pernah menaunginya di pulau-pulau Pasifik, ia merenungkan satu pertanyaan yang menghantui para sastrawan di masa perang: apakah sastra dapat — dan seharusnya — berguna bagi perang? Dengan kejujuran yang sinis namun tenang, Nakajima mengakui bahwa selama di Selatan ia sama sekali tidak memikirkan hal itu, dan ia bertanya-tanya apakah cara berpikirnya yang santai itu sudah benar-benar pergi. Esai ini adalah salah satu pernyataan terakhir seorang sastrawan besar tentang martabat sastra — bukan sebagai alat propaganda, melainkan sebagai sesuatu yang terlalu tinggi untuk digantikan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.

Baca gratis

Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.

Daftar gratis →