夏目漱石
京に着ける夕
夏目漱石 · Jepang
Esai prosa Natsume Sōseki tahun 1907, ditulis tak lama setelah ia mengundurkan diri sebagai pengajar universitas untuk menjadi novelis surat kabar penuh waktu.
Menampilkan terjemahan Indonesia saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Esai prosa Natsume Sōseki tahun 1907, ditulis tak lama setelah ia mengundurkan diri sebagai pengajar universitas untuk menjadi novelis surat kabar penuh waktu. Tiba dengan kereta Tōkaidō pada akhir musim semi, Sōseki menumpang riksha melintasi Kyoto yang dingin dan sunyi bersama dua sahabatnya, menuju sebuah pertapaan di Hutan Tadasu. Hawa dingin perjalanan itu memunculkan kenangan tentang kunjungannya ke Kyoto enam belas tahun sebelumnya bersama sahabat almarhumnya, penyair haiku Masaoka Shiki — menuntun ke salah satu meditasi Sōseki yang paling pribadi tentang persahabatan, kehilangan, dan keheningan abadi ibu kota kuno.
京に着ける夕
夏目漱石 · Jepang
Esai prosa Natsume Sōseki tahun 1907, ditulis tak lama setelah ia mengundurkan diri sebagai pengajar universitas untuk menjadi novelis surat kabar penuh waktu.
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Jepang)
汽車は流星の疾きに、二百里の春を貫いて、行くわれを七条のプラットフォームの上に振り落す。余が踵の堅き叩きに薄寒く響いたとき、黒きものは、黒き咽喉から火の粉をぱっと吐いて、暗い国へ轟と去った。 たださえ京は淋しい所である。原に真葛、川に加茂、山に比叡と愛宕と鞍馬、ことごとく昔のままの原と川と山である。昔のままの原と川と山の間にある、一条、二条、三条をつくして、九条に至っても十条に至っても、皆昔のままである。数えて百条に至り、生きて千年に至るとも京は依然として淋しかろう。この淋しい京を、春寒の宵に、とく走る汽車から会釈なく振り落された余は、淋しいながら、寒いながら通らねばならぬ。南から北へ――町が尽きて、家が尽きて、灯が尽きる北の果まで通らねばならぬ。 「遠いよ」と主人が後から云う。「遠いぜ」と居士が前から云う。余は中の車に乗って顫えている。東京を立つ時は日本にこんな寒い所があるとは思わなかった。昨日までは擦れ合う身体から火花が出て、むくむくと血管を無理に越す熱き血が、汗を吹いて総身に煮浸み出はせぬかと感じた。東京はさほどに烈しい所である。この刺激の強い都を去って、突然と太古の京へ飛び下り
Terjemahan Indonesia (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Esai prosa Natsume Sōseki tahun 1907, ditulis tak lama setelah ia mengundurkan diri sebagai pengajar universitas untuk menjadi novelis surat kabar penuh waktu. Tiba dengan kereta Tōkaidō pada akhir musim semi, Sōseki menumpang riksha melintasi Kyoto yang dingin dan sunyi bersama dua sahabatnya, menuju sebuah pertapaan di Hutan Tadasu. Hawa dingin perjalanan itu memunculkan kenangan tentang kunjungannya ke Kyoto enam belas tahun sebelumnya bersama sahabat almarhumnya, penyair haiku Masaoka Shiki — menuntun ke salah satu meditasi Sōseki yang paling pribadi tentang persahabatan, kehilangan, dan keheningan abadi ibu kota kuno.
夏目漱石
Status terjemahan
Buku lain dari penulis ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.