
임화 · Korea
Puisi naratif karya Lim Hwa (1908~1953), tokoh pimpinan KAPF (Federasi Seniman Proletar Korea) yang dimuat di majalah «Joseon Jigwang» edisi Februari 1929.
Belum ada terjemahan. Ajukan permintaan untuk mempercepat jadwal.
Catatan Editor Pagera
Puisi naratif karya Lim Hwa (1908~1953), tokoh pimpinan KAPF (Federasi Seniman Proletar Korea) yang dimuat di majalah «Joseon Jigwang» edisi Februari 1929. Puisi naratif pendek pertama dalam sastra Korea modern dan salah satu karya puncak gerakan puisi KAPF (1925~1935). Berbentuk surat dari seorang adik perempuan kepada "kakak laki-lakiku" yang dipenjara, dengan metafora tungku api bermotif kura-kura yang pecah dan sepasang sumpit besi yang tergantung di dinding sebagai simbol kesedihan dan persaudaraan dua orang adik yang ditinggalkan kakak mereka. Mempertahankan kosakata 1929 era kolonial seperti «Pionil» (Pioneer internasionalisme komunis), «製糸機» (mesin tenun sutra), «封筒» (amplop), «萬國地圖» (peta dunia). Bait penutup «Tungku api boleh pecah, tapi sumpit besinya tegak seperti tiang bendera» merupakan salah satu bait penutup paling khas dalam tradisi puisi KAPF Korea, di mana keputusasaan dan tekad tegak bersamaan dalam satu baris. Catatan editor: Lim Hwa merupakan tokoh kunci KAPF dan kemudian membelot ke Korea Utara setelah Pembebasan 1945. Pada 1953 ia dieksekusi di Pyongyang dalam pengadilan faksi Park Heon-yeong dengan tuduhan "mata-mata Amerika". Karyanya tetap dilarang di Korea Selatan hingga 1988 dan baru direhabilitasi sepenuhnya sebagai warisan sastra modern. Pembaca Muslim Indonesia disarankan membaca karya ini dengan sikap kritis sebagai catatan estetik gerakan sastra proletar masa kolonial, bukan sebagai justifikasi ideologi politik.
임화 · Korea
Puisi naratif karya Lim Hwa (1908~1953), tokoh pimpinan KAPF (Federasi Seniman Proletar Korea) yang dimuat di majalah «Joseon Jigwang» edisi Februari 1929.
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Korea)
임화 (林和), 1929 사랑하는 우리 오빠 어저께 그만 그렇게 위하시던 오빠의 거북무늬 질화로가 깨어졌어요 언제나 오빠가 우리들의 「피오닐」 조그만 기수라 부르는 永男[영남]이가 지구에 해가 비친 하루의 모―든 시간을 담배의 독기 속에다 어린 몸을 잠그고 사온 그 거북무늬 화로가 깨어졌어요 그리하여 지금은 火[화]젓가락만이 불쌍한 永男[영남]이하구 저하구처럼 똑 우리 사랑하는 오빠를 잃은 남매와 같이 외롭게 벽에 가 나란히 걸렸어요 오빠…… 저는요 저는요 잘 알았어요 왜―그날 오빠가 우리 두 동생을 떠나 그리로 들어가신 그날 밤에 연거푸 말은 卷煙[궐련]을 세 개씩이나 피우시고 계셨는지
Catatan Editor Pagera
Puisi naratif karya Lim Hwa (1908~1953), tokoh pimpinan KAPF (Federasi Seniman Proletar Korea) yang dimuat di majalah «Joseon Jigwang» edisi Februari 1929. Puisi naratif pendek pertama dalam sastra Korea modern dan salah satu karya puncak gerakan puisi KAPF (1925~1935). Berbentuk surat dari seorang adik perempuan kepada "kakak laki-lakiku" yang dipenjara, dengan metafora tungku api bermotif kura-kura yang pecah dan sepasang sumpit besi yang tergantung di dinding sebagai simbol kesedihan dan persaudaraan dua orang adik yang ditinggalkan kakak mereka. Mempertahankan kosakata 1929 era kolonial seperti «Pionil» (Pioneer internasionalisme komunis), «製糸機» (mesin tenun sutra), «封筒» (amplop), «萬國地圖» (peta dunia). Bait penutup «Tungku api boleh pecah, tapi sumpit besinya tegak seperti tiang bendera» merupakan salah satu bait penutup paling khas dalam tradisi puisi KAPF Korea, di mana keputusasaan dan tekad tegak bersamaan dalam satu baris. Catatan editor: Lim Hwa merupakan tokoh kunci KAPF dan kemudian membelot ke Korea Utara setelah Pembebasan 1945. Pada 1953 ia dieksekusi di Pyongyang dalam pengadilan faksi Park Heon-yeong dengan tuduhan "mata-mata Amerika". Karyanya tetap dilarang di Korea Selatan hingga 1988 dan baru direhabilitasi sepenuhnya sebagai warisan sastra modern. Pembaca Muslim Indonesia disarankan membaca karya ini dengan sikap kritis sebagai catatan estetik gerakan sastra proletar masa kolonial, bukan sebagai justifikasi ideologi politik.

Status terjemahan
MenungguMasuk untuk meminta terjemahan.
Buku lain dari penulis ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.