
운수 좋은 날
현진건 · Korea
Cerpen Hyun Jin-geon (1900–1943) yang terbit di majalah Gaebyeok edisi Juni 1924.
Menampilkan terjemahan Inggris saja.
Lihat teks asli dan terjemahan secara berdampingan.
Baca teks sumber tanpa terjemahan.
Catatan Editor Pagera
Cerpen Hyun Jin-geon (1900–1943) yang terbit di majalah Gaebyeok edisi Juni 1924. Hari yang luar biasa beruntung bagi Kim Cheomji, penarik becak di Seoul masa kolonial Jepang 1920-an — pelanggan tak putus, uang yang lama tak ia lihat akhirnya berderak ke telapak tangannya. Namun saat ia pulang membawa semangkuk seolleongtang yang lama diidamkan istrinya yang sedang sakit, ia menemukan istrinya sudah meninggal sendirian. Salah satu cerpen realisme Korea paling termasyhur; kalimat penutup "Sudah kubelikan seolleongtang — mengapa kamu tidak bisa memakannya" menjadi salah satu epilog paling terkenal dalam sejarah sastra Korea — ironi tragis tentang nasib rakyat miskin di bawah kolonialisme.
Penulis
현진건
Hyun Jin-geon (1900-1943) was a Korean novelist and journalist, one of the founders of modern Korean short fiction. A Lucky Day, about a rickshaw puller in colonial Seoul, is built entirely toward its final line. He was imprisoned for his part in removing the Japanese flag from a news photograph.
운수 좋은 날
현진건 · Korea
Cerpen Hyun Jin-geon (1900–1943) yang terbit di majalah Gaebyeok edisi Juni 1924.
Pratinjau paragraf pertama
Teks asli (Korea)
새침하게 흐린 품이 눈이 올 듯하더니 눈은 아니 오고 얼다가 만 비가 추적추적 내리었다. 이날이야말로 동소문 안에서 인력거꾼 노릇을 하는 김 첨지에게는 오래간만에도 닥친 운수 좋은 날이었다. 문안에(거기도 문밖은 아니지만) 들어간답시는 앞집 마나님을 전찻길까지 모셔다 드린 것을 비롯으로 행여나 손님이 있을까 하고 정류장에서 어정어정하며 내리는 사람 하나하나에게 거의 비는 듯한 눈결을 보내고 있다가 마침내 교원인 듯한 양복장이를 동광학교(東光學校)까지 태워다 주기로 되었다. 첫번에 삼십 전, 둘째 번에 오십 전 - 아침 댓바람에 그리 흔치 않은 일이었다. 그야말로 재수가 옴붙어서 근 열흘 동안 돈 구경도 못한 김 첨지는 십 전짜리 백통화 서 푼, 또는 다섯 푼이 찰깍하고 손바닥에 떨어질 제 거의 눈물을 흘릴 만큼 기뻤었다. 더구나 이날 이때에 이 팔십 전이라는 돈이 그에게 얼마나 유용한지 몰랐다. 컬컬한 목에 모주 한 잔도 적실 수 있거니와 그보다도 앓는 아내에게 설렁탕 한 그릇도 사다줄 수 있음이다.
Terjemahan Inggris (Pagera AI)
Lihat pratinjau terjemahan di pembaca.
Catatan Editor Pagera
Cerpen Hyun Jin-geon (1900–1943) yang terbit di majalah Gaebyeok edisi Juni 1924. Hari yang luar biasa beruntung bagi Kim Cheomji, penarik becak di Seoul masa kolonial Jepang 1920-an — pelanggan tak putus, uang yang lama tak ia lihat akhirnya berderak ke telapak tangannya. Namun saat ia pulang membawa semangkuk seolleongtang yang lama diidamkan istrinya yang sedang sakit, ia menemukan istrinya sudah meninggal sendirian. Salah satu cerpen realisme Korea paling termasyhur; kalimat penutup "Sudah kubelikan seolleongtang — mengapa kamu tidak bisa memakannya" menjadi salah satu epilog paling terkenal dalam sejarah sastra Korea — ironi tragis tentang nasib rakyat miskin di bawah kolonialisme.
Penulis
Hyun Jin-geon (1900-1943) was a Korean novelist and journalist, one of the founders of modern Korean short fiction. A Lucky Day, about a rickshaw puller in colonial Seoul, is built entirely toward its final line. He was imprisoned for his part in removing the Japanese flag from a news photograph.

Status terjemahan
Buku lain dari penulis ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Yes — completely free. This book is in the public domain, so Pagera offers the full text without payment or account requirement. Pagera is funded by advertising.
Baca gratis
Mulai membaca langsung — tanpa perlu mendaftar. Buat akun gratis untuk lebih banyak buku dan fitur.